More

    Pemprov Banten Butuh Rp 2 Triliun Untuk Selamatkan Bank Banten

    Must Read

    Berkah Jelang Pilkada Serentak Bagi Petugas Pelipat Surat Suara

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Jelang Pilkada serentak 2020 ternyata membawa berkah bagi para petugas pelipat surat suara untuk pemilihan bupati Serang...

    Duh! Sebanyak 101 Pengawas Pilkada Kabupaten Serang Reaktif Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Bawaslu Kabupaten Serang mencatat ada 101 Pengawas TPS (PTPS) yang tersebar di 29 kecamatan reaktif Covid-19 saat...

    Waspada! Empat Daerah di Banten Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Al Muktabar menyatakan, saat ini membutuhkan dana segar senilai Rp 2 triliun untuk mengembalikan Bank Banten dalam kondisi sehat, karena hingga kini Pemprov Banten hanya mampu menyuntikan dana senilai Rp 1,5 triliun.

    Oleh sebab itu, pihaknya membuka lebar pintu bagi investor yang mau berperan dalam membantu penambahan anggaran untuk penyertaan modal guna menyehatkan dan menyelamatkan Bank Banten.

    “Idealnya (modal) itu sekitar Rp 2 triliun lebih, kami membutuhkan fresh money supaya sehat, kalau perkembanganya ada investor strategis yang akan menyuntikan dananya, kenapa tidak?, kan untuk menyehatkan dan menyelamatkan Bank Banten,” ucapnya, Rabu (15/7/2020).

    Al menyebut, Pemprov sebagai pemegang saham mayoritas di Bank Banten akan membuka ruang kepada pemegang saham minoritas dalam rangka penyertaan modal. Untuk itu, pihaknya sedang mengupayakan melalui tahapan yang tengah di godog bersama DPRD Banten.

    “kita upayakan secepat mungkin. Tentu kita tidak bisa mengabaikan peraturan perundang-undangan, Kalau perkembangan ruang yang diberikan kepada pemegang saham minoritas itu 49 persen,” ungkapnya.

    Disinggung soal adanya penurunan jumlah dana konversi senilai Rp 400 miliar dari sebelumnya Rp 1,9 triliun menjadi Rp1,5 Triliun, Al mengakui dana tersebut adalah dana milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih mengendap di Bank Banten.

    “Perlu kita sampaikan 1,9 Triliun itu merupakan totalitas dana Kasda yang ada di Bank Banten, kurang lebih sekitar Rp 400 miliar itu merupakan dana yang sudah di SP2D (surat perintah pencairan dana) kan oleh bendahara daerah kepada bendahara OPD tapi uangnya masih tertahan di Bank Banten,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -