More

    Lahan Kritis di Banten Capai 200 Ribu Hektar

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Jumlah lahan kritis di wilayah Banten mencapai 200 ribu hektar. Sehingga, proses pemulihannya harus melibatkan seluruh komponen termasuk masyarakat.

    Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten Husni Hasan kepada Pospublik.co saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (16/7/2020).

    “Lahan-lahan yang kritis di kita masih banyak, sekitar 200 ribu hektar lagi lahan kritis,” ucapnya.

    Menurut Husni, dalam proses pemulihan pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penghijauan dengan menargetkan setiap tahun menanam tiga juta pohon.

    “Di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten, kita setiap tahun wajib menanam sekitar 3 juta pohon. Ini tetap harus dilakukan walaupun dalam keadaan Covid-19,” katanya.

    Dimasa Covid-19 ini, ujar Husni, program penanaman pohon tidak maksimal, karena banyak kendala mulai dari anggaran hingga tenaga pekerja.

    “Yang pasti ada kendalanya baik anggaran maupun tenaga. Kalau kita anggaran yang direfocusing untuk Covid sekitar Rp 12.5 miliar dari Rp 29 miliar. Jadi hampir 50 persennya. Nah yang dipangkas itu mulai dari honorarium, perjalanan dinas, hingga narasumber. Tapi untuk pekerja-pekerja prioritas walaupun ada pengurangan batas itu dalam batas toleransi,” ungkapnya.

    Selain itu, lanjut Husni, daerah di Banten Selatan seperti di Kabupaten Lebak akan dijadikan konsentrasi serta prioritas dalam penanaman pohon karena daerah tersebut rawan bencana.

    “Banten Selatan itu merupakan daerah kritis jadi kita prioritaskan untuk penghijauan, nah sekarang ini yang bergerak ada 8 kelompok, dari sebelumnya 14 kelompok. Ada penurunan, tapi target volume setiap kelompok kita naikan,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -