More

    Lahan Kritis di Banten Capai 200 Ribu Hektar

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Jumlah lahan kritis di wilayah Banten mencapai 200 ribu hektar. Sehingga, proses pemulihannya harus melibatkan seluruh komponen termasuk masyarakat.

    Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten Husni Hasan kepada Pospublik.co saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (16/7/2020).

    “Lahan-lahan yang kritis di kita masih banyak, sekitar 200 ribu hektar lagi lahan kritis,” ucapnya.

    Menurut Husni, dalam proses pemulihan pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penghijauan dengan menargetkan setiap tahun menanam tiga juta pohon.

    “Di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten, kita setiap tahun wajib menanam sekitar 3 juta pohon. Ini tetap harus dilakukan walaupun dalam keadaan Covid-19,” katanya.

    Dimasa Covid-19 ini, ujar Husni, program penanaman pohon tidak maksimal, karena banyak kendala mulai dari anggaran hingga tenaga pekerja.

    “Yang pasti ada kendalanya baik anggaran maupun tenaga. Kalau kita anggaran yang direfocusing untuk Covid sekitar Rp 12.5 miliar dari Rp 29 miliar. Jadi hampir 50 persennya. Nah yang dipangkas itu mulai dari honorarium, perjalanan dinas, hingga narasumber. Tapi untuk pekerja-pekerja prioritas walaupun ada pengurangan batas itu dalam batas toleransi,” ungkapnya.

    Selain itu, lanjut Husni, daerah di Banten Selatan seperti di Kabupaten Lebak akan dijadikan konsentrasi serta prioritas dalam penanaman pohon karena daerah tersebut rawan bencana.

    “Banten Selatan itu merupakan daerah kritis jadi kita prioritaskan untuk penghijauan, nah sekarang ini yang bergerak ada 8 kelompok, dari sebelumnya 14 kelompok. Ada penurunan, tapi target volume setiap kelompok kita naikan,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -