More

    Sekda Banten Klaim Bantuan Kuota Internet Sudah Sesuai Aturan

    Must Read

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Polemik Bantuan Kuota Internet dari dana BOSDa yang digulirkan pemprov Banten terus menguak lantaran para siswa tingkat Sekolah Menengah atas dan Kejuruan (SMK/SMA) di Banten tidak menerima alokasi bantuan tersebut.

    Diketahui, sebelumnya Sekertaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar mengakui bahwa Alokasi dana BOSDa hanya diperuntukan untuk gajih honorarium guru atau guru honorer, sedangkan bantuan kuota internet merupakan skema Bantuan Oprasional Sekolah Nasional (Bosnas).

    Kali ini, Al Muktabar mengklaim jika pengalokasian dana BOSDa untuk kuota internet sudah tertuang dalam Peraturan dan tidak bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No 31 Tahun 2018 tentang Pendidikan Gratis tingkat SMAN, SMKN, dan SKN.

    “Tidak ada pertentangan antara itu, jadi bahwa skema Bosda seperti juga pada skema nasional. Skema nasional itu kan Bosnas, Bosda mengikuti itu,” ucapnya saat ditemui di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (17/7/2020) kemarin.

    Al menyebut, pergub tersebut menerapkan skema sesuai dengan jumlah basis penghitungan siswa serta peruntukannya untuk honorarium para guru.

    “Basis perhitungannya tetap jumlah siswa, untuk sasaran penerimanya, bisa disesuaikan dengan 14 item pilihan yang tertuang dalam pergub tersebut,” ungkapnya.

    “Jadi antara Bosda dan Bosnas tidak ada blok-blokan, termasuk untuk pembiayaan internet itu sudah sesuai Permendikbud. Bosnas membuka ruang untuk itu,” katanya.

    Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Cikande Mulyadi mengaku bahwa penggunaan dana Bosda pada tahun ini lebih diperuntukkan untuk honorarium tenaga pendidik dan pendidikan.

    Dengan begitu, kata dia, banyak kegiatan sekolah yang tidak bisa dilaksanakan lantaran terkendala akibat regulasi dana BOSDa.

    “Tahun lalu kita masih bisa melakukan rehab ruangan, toilet dan pengecoran lapangan basket. Tapi kalau sekarang karena dana Bosdanya hanya diperuntukan bagi tenaga honorer. Jadi, kegiatan operasional sekolah hanya mengandalkan dana Bosnas saja,” terangnya.

    Tahun ini, Dikatakan Mulyadi, bahwa besaran dana Bosda yang diterima sekolah mengalamai penurunan sekitar Rp 700 juta, sedangkan tahun 2019 sekolah masih menerima sekitar Rp 3 miliar lebih. Sementara, bantuan dari Bosnas yang diterima sekolah sekitar Rp 1,773 miliar, karena perhitungannya Rp 1,5 juta/siswa dari total siswa sebanyak 1.182 siswa.

    “Penurunan itu ada, cuma di sekolah saya tidak terlalu drastis. Dari Bosnas juga sudah kami lakukan subsidi pulsa internet bagi siswa tidak mampu,” ucap Mulyadi.

    Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 4 Kota Serang Rohmat mengakui, dana Bosda tahun ini belum bisa dipakai untuk fasilitasi internet siswa.

    “Kalau dari Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) memang ada, tetapi kalau dari Bosda belum ada,” katanya.

    Selain itu, pihaknya belum mengetahui teknis alokasi untuk bantuan pulsa yang dialokasikan dari dana Bosda, karena, diakuinya, selama ini peruntukan dana Bosda hanya untuk honorarium guru.

    “Bosda hanya untuk honorer guru dan karyawan, itupun langsung ditransfer ke gurunya langsung tanpa lewat sekolah dulu. Tetapi terkait pulsa saat ini belum ada informasi, jadi tidak tahu juga ke depannya kalau ada perubahan,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -