More

    Sekda Banten Klaim Bantuan Kuota Internet Sudah Sesuai Aturan

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Polemik Bantuan Kuota Internet dari dana BOSDa yang digulirkan pemprov Banten terus menguak lantaran para siswa tingkat Sekolah Menengah atas dan Kejuruan (SMK/SMA) di Banten tidak menerima alokasi bantuan tersebut.

    Diketahui, sebelumnya Sekertaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar mengakui bahwa Alokasi dana BOSDa hanya diperuntukan untuk gajih honorarium guru atau guru honorer, sedangkan bantuan kuota internet merupakan skema Bantuan Oprasional Sekolah Nasional (Bosnas).

    Kali ini, Al Muktabar mengklaim jika pengalokasian dana BOSDa untuk kuota internet sudah tertuang dalam Peraturan dan tidak bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No 31 Tahun 2018 tentang Pendidikan Gratis tingkat SMAN, SMKN, dan SKN.

    “Tidak ada pertentangan antara itu, jadi bahwa skema Bosda seperti juga pada skema nasional. Skema nasional itu kan Bosnas, Bosda mengikuti itu,” ucapnya saat ditemui di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (17/7/2020) kemarin.

    Al menyebut, pergub tersebut menerapkan skema sesuai dengan jumlah basis penghitungan siswa serta peruntukannya untuk honorarium para guru.

    “Basis perhitungannya tetap jumlah siswa, untuk sasaran penerimanya, bisa disesuaikan dengan 14 item pilihan yang tertuang dalam pergub tersebut,” ungkapnya.

    “Jadi antara Bosda dan Bosnas tidak ada blok-blokan, termasuk untuk pembiayaan internet itu sudah sesuai Permendikbud. Bosnas membuka ruang untuk itu,” katanya.

    Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Cikande Mulyadi mengaku bahwa penggunaan dana Bosda pada tahun ini lebih diperuntukkan untuk honorarium tenaga pendidik dan pendidikan.

    Dengan begitu, kata dia, banyak kegiatan sekolah yang tidak bisa dilaksanakan lantaran terkendala akibat regulasi dana BOSDa.

    “Tahun lalu kita masih bisa melakukan rehab ruangan, toilet dan pengecoran lapangan basket. Tapi kalau sekarang karena dana Bosdanya hanya diperuntukan bagi tenaga honorer. Jadi, kegiatan operasional sekolah hanya mengandalkan dana Bosnas saja,” terangnya.

    Tahun ini, Dikatakan Mulyadi, bahwa besaran dana Bosda yang diterima sekolah mengalamai penurunan sekitar Rp 700 juta, sedangkan tahun 2019 sekolah masih menerima sekitar Rp 3 miliar lebih. Sementara, bantuan dari Bosnas yang diterima sekolah sekitar Rp 1,773 miliar, karena perhitungannya Rp 1,5 juta/siswa dari total siswa sebanyak 1.182 siswa.

    “Penurunan itu ada, cuma di sekolah saya tidak terlalu drastis. Dari Bosnas juga sudah kami lakukan subsidi pulsa internet bagi siswa tidak mampu,” ucap Mulyadi.

    Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 4 Kota Serang Rohmat mengakui, dana Bosda tahun ini belum bisa dipakai untuk fasilitasi internet siswa.

    “Kalau dari Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) memang ada, tetapi kalau dari Bosda belum ada,” katanya.

    Selain itu, pihaknya belum mengetahui teknis alokasi untuk bantuan pulsa yang dialokasikan dari dana Bosda, karena, diakuinya, selama ini peruntukan dana Bosda hanya untuk honorarium guru.

    “Bosda hanya untuk honorer guru dan karyawan, itupun langsung ditransfer ke gurunya langsung tanpa lewat sekolah dulu. Tetapi terkait pulsa saat ini belum ada informasi, jadi tidak tahu juga ke depannya kalau ada perubahan,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -