More

    Balita Anak Penjual Balon di Walantaka Menderita Gizi Buruk

    Must Read

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Seorang balita anak penjual balon Muhamad Solihin yang masih berusia 1,3 tahun harus dilarikan ke RSUD Kota Serang karena menderita gizi buruk.

    Putra dari pasangan Kandar dan Nawiyah asal Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang terpaksa dilarikan ke RSUD karena kondisinya cukup memprihatinkan.

    Ibu kandung Solihin, Nawiyah mengatakan kondisi ekonomi keluarganya terbilang serba kekurangan. Terlebih, suaminya yang selama ini biasa berkeliling berjualan balon di sekolah-sekolah sudah tidak bisa beraktivitas akibat Pandemi Covid-19. Dengan kondisi demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan gizi buah hatinya jauh dari kata tercukupi.

    “Sekolah pada libur jualan balon suami tidak laku. Untuk makan selama di RS saja dibantu tetangga,” kata Nawiyah, Sabtu (18/7/2020).

    Ia mengatakan, baru mengetahui jika putranya menderita gizi buruk saat kondisinya semakin parah dan harus dirawat di RSUD. “Baru mengetahui kemarin-kemarin ketika kondisinya sudah mulai parah,” ucapnya.

    Mengetahui hal itu, Anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai NasDem Jumhadi langsung mengunjungi bayi tersebut yang saat ini dirawat di RSUD Kota Serang.

    “Saya dapat laporan bawa ada warga di Pipitan, dari situ saya langsung bergegas menuju RS,” kata Jumhadi.

    Kritik pedas pun dilontarkan politisi partai Nasdem itu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, ia menilai Pemkot abai karena masih ada warganya yang menderita gizi buruk. Padahal, Kota Serang berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Banten.

    “Ini harus menjadi tamparan keras bagi Pemkot Serang untuk segera mengevaluasi kinerja dinas terkait. Karena, tidak elok di Kota Serang yang berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Banten masih terdapat warga yang terkana gizi buruk,” ujarnya. (Red)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -