More

    PAD Dishub ‘Jeblok’, Syafrudin Sebut Ada Kebocoran

    Must Read

    Ditengah Pandemi Covid-19, Tarkam Bola Di Kota Serang Picu Kerumunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ditengah pandemi Covid-19, ribuan warga di Kampung Graha Cibogo, Kelurahan Nyapa, Kecamatan Walantaka, Kota Serang malah berkerumun...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5...

    Waspada! Empat Daerah di Banten Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Memasuki semester kedua tahun 2020, Wali Kota Serang Syafrudin menilai Pendapatan Asli Daerah(PAD) yang dihasilkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang pada semester pertama ‘Jeblok’.

    Hal tersebut diungkapkannya usai memimpin rapat kerja daerah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Serang, evaluasi dan realisasi APBD, di gedung Sekretariat Daerah Kota Serang, Senin, (20/7).

    “Realisasi retribusi atau PAD yang terendah, yang jeblog ini adalah Dishub dilihat dari anggaran Rp 2,431 milyar, realisasi hanya Rp 258 juta, retribusi paling rendah Dishub,” kata Syafrudin kepada awak media.

    Orang nomor satu di Kota Serang itu menduga banyak kebocoran anggaran yang terjadi pada dinas tersebut. Bahkan, dirinya menyebutkan akan melakukan evaluasi khusus dan memerintahkan pihak Inspektorat untuk melakukan audit.

    “Evaluasi khusus, saya perintahkan kepada Inspektorat untuk audit (Dishub). Banyak kemungkinan kebocoran nya, karena targetnya itu Rp 1,3 miliar, kalau dihitung perbulan itu hanya Rp 110 juta, kemudian titik parkir itu banyak sekali, dan kayanya banyak kebocoran,” ujarnya dengan nada tegas.

    Dengan adanya evaluasi khusus dan audit dari Inspektorat, Syafrudin menyebutkan akan memberikan sanksi jika nantinya terdapat temuan. “Dishub ini tahun kemarin saja 35 persen dalam satu tahun, itu 35 persen tidak ada Covid. Ini pelanggaran, nanti kalau ada temuan ada sanksi khusus, sanksinya pergantian,” tandasnya.

    Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Kota Serang Maman Lutfi mengatakan bahwa atas capaian retribusi yang masih rendah masih ada kesempatan untuk memperbaikinya pada semester kedua tahun ini.

    “Masih ada waktu di semester kedua,” tutur Maman kepada pospublik saat dikonfirmasi lewat pesan singkat elektronik WhatsApp.

    Kekurangan retribusi yang dihasilkan oleh pihak Dishub, disebutkan Maman merupakan hal yang terjadi diluar dugaan karena adanya wabah pandemi Covid-19 yang melanda Kota Serang.

    Untuk memperbaiki kekurangan Dishub pada semester awal tahun ini, Maman mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan uji potensi dibeberapa titik yang tersebar di wilayah Kota Serang sebagai upaya meningkatkan PAD.

    “Kita sekarang sedang lakukan uji potensi di beberapa titik sebagai upaya peningkatan PAD. Andalan retribusi di Dishub adalah parkir Tepi Jalan Umum (TJU) sebab kalau yang lain seperti PKB belum bisa dilakukan karena banyak faktor seperti bangunan dan alat, kan belum ada jadi tidak bisa melayani,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -