More

    PLTPB Berpotensi Dilanjutkan, Inilah Sikap Warga Padarincang

    Must Read

    Ditengah Pandemi Covid-19, Tarkam Bola Di Kota Serang Picu Kerumunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ditengah pandemi Covid-19, ribuan warga di Kampung Graha Cibogo, Kelurahan Nyapa, Kecamatan Walantaka, Kota Serang malah berkerumun...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5...

    Ribuan Orang Berkerumun Hadiri Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani, Gubernur WH: Saya Tidak Hadir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menyatakan, pihaknya secara resmi telah memberikan izin perihal acara Haul Syekh Abdul...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Warga Padarincang, Kabupaten Serang dengan tegas menolak dilanjutkannya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) didaerahnya.

    Bahkan, warga mengancam akan menutup kembali akses masuk alat berat jika perusahaan tidak merespon penolakan warga.

    Salah seorang warga padarincang Dhoif mengatakan, saat ini warga masih solid dan konsisten dalam menolak pembangunan PLTPB, karena beberapa sektor mata pencaharian warga akan terancam jika perusahaan tersebut beroperasi.

    “Kita tetap menolak untuk mempertahankan tanah kelahiran, apalagi warga menggantungkan mata pencaharianya pada sektor pertanian, kan kalau ada perusahaan pasti petani terganggu,” ucapnya saat dikonfirmasi lewat telepon seluller, Senin (20/7/2020).

    Menurut dia, Pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan jangan sampai masyarakat menjadi korban. Terlebih, sektor pendapatan daerah di Banten bukan hanya PLTPB saja melainkan banyak sektor lain yang dapat menguntungkan dan tidak menganggu keselamatan rakyat.

    “Persoalan peningkatan PAD banyak sektor yang bisa digarap secara kreatif dan inovatif tanpa merusak lingkungan dan ekosistem, itu pun kalau pemerintah mau membuka mata dan hati,” katanya.

    Sejauh ini, lanjut dia, dalih peningkatan PAD dengan memanfaatkan seluruh potensi Sumber Daya Alam (SDA) selalu digembor-gemborkan pemerintah. Padahal, jika di kaitkan dengan kondisi sosial masyarakat sangat kontras dan berbanding terbalik karena rakyat Banten terjebak dalam kemiskinan dan pengangguran yang merajalela.

    “Untuk apa manfaat PAD meningkat, jika selama provinsi ini berdiri kesejahteraan rakyat tidak pernah meningkat? Lalu PAD untuk menyejahterakan siapa? Sudahlah biarkan warga Padarincang hidup dengan kultur alam sesuai geografisnya,” ungkapnya.

    Saat ini, ujar dia, ada yang lebih ramah daripada PLTPB yakni energi terbarukan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM). “Ini lebih clean energi dan tidak merusak lingkungan, karena diambil dari minyak kelapa sawit,” tuturnya.

    Maka dari itu, Pihaknya menyarankan Pemprov Banten agar segera mengganti proyek energi PLTPB dengan energi hijau PLTBM.

    “Harusnya pemprov berpikir bahwa sawit bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik, karena dibeberapa daerah di Indonesia sudah menggunakan cara ini, kan nggak ngerusak lingkungan, jadi ini energi hijau ramah lingkungan,” tandasnya. (Moc)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -