More

    Bosda Banten 2020 dinilai Bertentangan Dengan Pergub 31 Tahun 2018

    Must Read

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Penggugat Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Provinsi Banten 2020 di PTUN Serang, Ojat Sudrajat menyebut penganggaran Bosda 2020 bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Pendidikan Gratis pada sekolah SMA/SMK.

    Pasalnya, penganggaran dana Bosda tidak menghitung jumlah siswa melainkan hanya diperuntukan untuk gaji Guru dan Tenaga Honorer

    “Sungguh sangat ironis buat saya, ketika penyusunan RKA (rencana kerja anggaran) sampai dengan menjadi DPA Bosda 2020 ini sudah lari dari pakem-nya Pergub nomor 31 Tahun 2018. Karena hanya memasukan 2 item dari 14 item yakni gaji guru dan staf tenaga honorer, padahal pasal 14 huruf ( e ) perhitungan dana Bosda dasarnya adalah jumlah siswa sama seperti Bosnas,” ucapnya kepada awak media saat dikonfirmasi lewat telephon seluler, Kamis (23/7/2020).

    Ojat menyebut, para pejabat sedang menutupi masalah Bosda 2020 melalui berbagai statement yang dilontarkan ke publik. Sehingga, patut diduga mereka sudah masuk dalam katagori pembohongan publik.

    “Saya heran dengan statement Pak Gubernur yang menyatakan Bosda bisa digunakan untuk pembelian pulsa kuota internet, diteruskan dengan Pak Sekda yang menyatakan Bosda juga dihitung per siswa. Nah itu terkuak bahwa adanya dugaan yang merubah DIPA dari Bosda,” katanya.

    Sebelumnya, lanjut Ojat, pihaknya sudah mengajukan surat keberatan kepada Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten terkait permasalahan Bosda 2020.

    “Saya ingat betul kalau terkait masalah Bosda ini, karena saya bersama pak Ikhsan Ahmad dan Suhendar pada tahun 2018 ikut mengawal kebijakan Pemprov Banten sampai lahirnya Pergub 31 Tahun 2018,” terangnya.

    Tak hanya itu, Ojat mengaku sudah melayangkan surat gugatan ke PTUN Serang. Bahkan dalam persidangan itu dirinya membawa bukti rekaman.

    “Dalam persidangan pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan berupaya untuk menang, saya menggugat bukan tujuan menang atau kalah, saya hanya mengingatkan agar masalah Bosda 2020 ini kembali ke pakemnya karena menyangkut program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten,” ungkapnya.

    Untuk diketahui, dalam Pergub 31 tahun 2018 pasal 10 tentang peruntukan pendidikan gratis, ada 14 item pengalokasian Bosda, yakni seluruh kegiatan dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru, pembelian buku teks pelajaran, buku untuk koleksi perpustakaan, kegiatan pembelajaran remedial, pengayaan, olah raga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.(Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -