More

    Gubernur Mangkir, Mediasi Perkara Bank Banten Ditunda

    Must Read

    Ungkapkan Kekesalan, Warga Cikeusal Buat Kuburan dan Tanam Pisang di Jalan Rusak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan warga Kampung Ciakar, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak...

    Imbas Corona, Perusahaan Kecil di Banten Capai Satu Juta

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah Industri besar dan sedang di Banten pada tahun 2020...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sidang mediasi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait perkara pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB belum menemukan titik terang. Hal lantaran tergugat II yakni Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH tidak hadir dalam agenda mediasi tersebut.

    Gubernur WH sendiri lebih memilih menghadiri agenda telecoference dengan Presiden Jokowi berkaitan kordinasi dan sosialisasi kebijakan pembentukan Satgas Covid-19 dan program pemulihan ekonomi oleh pemerintah pusat.

    Kuasa Hukum Penggugat Wahyudi menuturkan, pada saat mediasi pertama hakim telah mengamanatkan agar para pihak mediator untuk hadir langsung atau tidak diwakilkan oleh kuasa hukum masing-masing, tapi faktanya pihak tergugat tidak melaksanakan amanat tersebut.

    “Tergugat 1 Bank Banten diwakili oleh kuasa hukum nya (Asep Busro) dari ABP Law Firm, tergugat II Gubernur Banten juga sama diwakilkan dari unsur Jaksa Pengacara Negara (JPN) serta dari unsur biro hukum Pemprov banten, sedangkan tergugat III di hadiri perwakilan dari sekretariat DPRD,” katanya kepada awak media saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2020).

    Tak terkecuali, kata Wahyudi, untuk turut tergugat I Bank Indonesia Perwakilan Banten dihadiri juga oleh perwakilan, sementara tergugat III BPKAD Banten sama juga diwakili kuasa hukumnya dari Jaksa pengaca Negara.

    “Materi mediasi dari kami untuk menyampaikan beberapa point terkait keinginan dalam mediasi tadi, point tersebut akan kami tuangkan dalam bentuk resume, resume itu nanti diberika kepada para pihak baik tergugat ataupun para turut tergugat,” ungkapnya.

    Selanjutnya, kata Wahyudi akan diputuskan secara bersama, apakah point-point yang diinginkan disepakatai atau tidak, jika tidak maka persidangan akan diteruskan hingga ke pokok perkara.

    “Sebelum para pihak membuat resume, tadi secara keseluruhan para pihak diminta menyampaikan garis besar point sebagai bahan gambaran,” ujarnya.

    Dalam sidang tersebut, sambungnya, belum diputus secara final sehingga sidang mediasi tersebut akan dilanjutkan pada tanggal 06 Agustus 2020 jam 10.00.

    “Intinya ada kesepakatan damai antara penggugat dengan para tergugat serta turut tergugat,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua tim pengacara Gubernur Banten dan Direksi Bank Banten Asep Abdillah Busro mengatakan, ketidakhadiran para prinsipal tidak menjadi masalah karena sepanjang terdapat hal penting dan tugas negara maka ketidakhadiran tersebut diperbolehkan menurut PERMA No.1 Tahun 2016, dan proses mediasi tetap dapat berlanjut dengan diwakili para kuasa hukumnya.

    “Proses mediasi berjalan dengan baik dan tidak membahas berkaitan pokok perkara gugatan,” terangnya.

    Pelaksanaan mediasi, sambung dia, secara resmi ditunda oleh Hakim Mediator sampai dengan tanggal 6 Agustus 2020 untuk memberikan kesempatan Pihak Penggugat menyampaikan resume yang berisikan saran dan usulan perdamaian secara tertulis.

    “Secara teknis kami akan menanggapinya setelah secara resmi menerima resume dan usulan perdamaian tertulis yang akan diserahkan Pihak Penggugat pada pelaksanaan mediasi mendatang,” tandasnya.(Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -