More

    Hari Pertama, 718 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Kalimaya

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sebanyak 718 pengendara motor terjaring razia pada hari pertama digelarnya Operasi Patuh Kalimaya 2020 Ditlantas Polda Banten. Sedangkan, sebanyak 657 pengendara lainnya menerima teguran dari pihak kepolisian.

    Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Rudi Purnomo mengatakan, diberlakukannya Operasi Patuh Kalimaya 2020 ini untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas terhadap pengguna jalan raya di wilayah hukum Polda Banten.

    “Kami mencatat ada ribuan kendaraan pada hari pertama ini. Penindakan tilang sebanyak 718 pengendara dan teguran kepada 657 pengendara,” ungkap Kombes Pol Rudi Purnomo, Kamis (23/7/2020).

    Sementara, diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa jumlah pelanggaran pada Operasi Patuh Kalimaya 2020 ini mengalami penurunan. Tahun sebelumnya, Kombes Pol Rudi Purnomo menuturkan ada sebanyak 944 pengendara yang dilakukan penindakan tilang, sedangkan 319 pengendara diberikan teguran.

    Selain mencatat pelanggaran pada hari pertama digelarnya operasi, Rudi menyampaikan bahwa pihaknya juga mencatat telah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

    “Tidak ada korban luka, Hanya korban meninggal,” tuturnya.

    Di samping itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol. Wirdhan Denny berpesan kepada para petugas kepolisian agar menjaga nama baik dengan menghindari tindakan pungli serta komplain dari masyarakat.

    “Hindari tindakan pungli dan lakukan tugas operasi patuh dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat,” ujarnya.

    Dijelaskan Wirdhan bahwa Operasi Patuh Kalimaya 2020 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 mendatang.

    “Prioritasnya yaitu pengemudi sepeda motor yang tidak memakai helm, pengemudi yang tidak menggunakan safety belt, dan kendaraan yang melawan arus,” jelasnya.

    Ia menyebutkan dalam kegiatan tersebut, harus mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada serta selalu menerapkan protokol kesehatan.

    “Mengedepankan preventif guna meningkatkan simpati masyarakat,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -