More

    Terlibat Korupsi, Dua Mantan Dirut BGD Resmi Ditahan

    Must Read

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Imbas Corona, Perusahaan Kecil di Banten Capai Satu Juta

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah Industri besar dan sedang di Banten pada tahun 2020...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Tiga tersangka kasus korupsi Kerjasama Operasional (KSO) antara PT Banten Global Development (BGD) yang merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Banten resmi ditahan.

    Dari ketiga tersangka itu dua diantaranya mantan Direktur PT Banten Global Development (PT BGD) dan satu dari perusahaan yang dilibatkan SLS yaitu PT Satria Lautan Biru (SLB).

    Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, telah melaksanakan penyerahan barang bukti, berkas, dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Serang dalam perkara tindak pidana korupsi dana pemberian perjanjian modal kerja (PPMK) yang melibatkan mantan Dirut BGD. Kasus itu menelan kerugian negara senilai Rp 5,2 miliar.

    “Tiga tersangka dan tiga-tiganya sudah kita serahkan ke Kejati dan dilimpah untuk ditangani Kejaksaan Negeri beserta barang buktinya hari ini telah kita serahkan semua,” ujarnya di Kejaksaan Negeri Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (23/7/2020) malam.

    Ketiga tersangka itu berinisial FR, RK dan IH. Satu Direktur Utama PT BGD, kedua Direktur Keuangan PT BGD, serta yang ketiga dari PT Satria Lautan Biru (SLB) sebagai pihak pengadaan Kapal.

    Lanjut AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, pihaknya telah selesai melakukan penghitungan dan barang bukti uang yang telah berhasil di sitanya sebesar Rp 1,1 miliar.

    “Barang bukti 1,1 Miliar kami sita,dan barang bukti lain berupa dokumen-dokumen dan surat, tanda terima pembayaran semuanya sudah kami serahkan ke Kejaksaan,” katanya.

    Disinggung terkait satu tersangka lainnya dengan inisial SS yakni Direktur SLS, AKBP Doffie mengakui saat ini masih melengkapi petunjuk jaksa. “Jika sudah lengkap dari P-19 atau pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi Jaksa petunjuknya, maka akan segera kirim kembali, beserta menunggu hasil P-21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Kejari Serang Supardi mengkau, telah menerima pelimpahan berkas, barang bukti dan tiga tersangka KSO PT BGD dengan PT SLS. Menurutnya, pada saat penyidikan terdapat pengembalian kerugian keuangan negara oleh salah satu terdakwa sebesar Rp 1,1 miliar.

    “Ketiga terdakwa dilakukan penahanan di Rutan Polda Banten selama 20 hari terhitung mulai tanggal 23 Juli 2020 hingga 11 Agustus 2020,” ujarnya.

    Untuk diketahui, KSO senilai Rp5,917 miliar itu diperuntukkan kegiatan usaha tambang emas di Bayah, Kabupaten Lebak. Kontrak kerja itu berlaku selama setahun atau berakhir pada 28 Oktober 2016. Hingga kontrak berakhir, modal PT BGD Rp5,917 miliar tak kunjung dikembalikan oleh PT SLS. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -