More

    HMI MPO Serang Diminta Konsen Kawal Regulasi Disabilitas

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Penyandang disabilitas di Kota Serang terkesan diabaikan, maka tak heran jika difabel merasa termarjinalkan, padahal secara konstitusional negara sudah menjamin memberikan perlindungan serta menjaga martabat yang melekat pada setiap manusia.

    Oleh sebab itu, Pengurus Bersar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Indonesia meminta HMI Cabang Serang untuk mengawal dan memastikan tegaknya perlindungan hukum terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Serang umumnya di Banten.

    “Salah satu rekomendasi kongres itu adalah PB HMI kedepan itu fokus pada isu-isu disabilitas. Kami di pengurus besar HMI itu sudah menjadi hal yang harus dipertanggungjawabkan, karena memang rekomendasi itu disampaikan oleh temen-teman Cabang Serang, kami PB HMI akan bagaimana isu-isu disabilitas bisa dikawal bersama,” ucap Sekjen PB HMI MPO Zunnur Roin usai menghadiri acara pelantikan pengurus HMI MPO Cabang Serang, Sabtu (25/07/2020) kemarin.

    Zunnur menyebut kompleksitas persoalan disabilitas hampir terjadi di 34 provinsi termasuk Banten. Namun Banten yang pertama kali meletupkan gerakan perlindungan disabilitas.

    “Skema yang akan kita lakukan kedepan adalah menjadikan teman-teman Cabang Serang sebagai leading sektor gerakan dalam hal pemenuhan hak-hak penyadang disabilitas,” tegasnya.

    Sejauh ini, lanjutnya, secara nasional regulasi yang mengatur tentang pemenuhan hak-hak disabilitas sudah dimuat dalam perundang-undangan. Meski begitu, menurutnya penyeleksian Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang seharusnya dua persen diisi oleh para penyandang disabilitas. Namun faktanya disabilitas masih tersisihkan.

    “Kami belum mengetahui apakah para penyandang disabilitas ini tidak melakukan proses penyeleksian dalam CASN, atau hak afirmasi itu tidak dipenuhi. Jika temuannya hak afirmasi itu tidak dipenuhi maka itu harus dipenuhi harus dari penyandang disabilitas,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum HMI MPO Cabang Serang, Diebaj Ghuroofie mengatakan, bahwa dalam kepengurusannya saat ini, membawa tiga isu utama. Isu tersebut yakni ramah disabilitas, keterbukaan informasi dan kebudayaan.

    “Untuk isu disabilitas dan keterbukaan informasi, memang telah menjadi isu besar kami selama periode sebelumnya. Tahun ini kami menambahkan kebudayaan sebagai isu utama,” katanya.

    Dari tiga isu tersebut, saat ini pihaknya paling menyoroti mengenai penyandang disabilitas. Menurutnya, baik Kota maupun Kabupaten Serang masih belum benar-benar melakukan pembangunan dan pelayanan yang ramah terhadap disabilitas.

    “Untuk Kota Serang, kami mengapresiasi pemkot dan DPRD yang telah mengesahkan Perda Disabilitas. Namun sayangnya, Perda tersebut saat ini masih sebatas aturan semata. Hal ini karena belum adanya Perwal Disabilitas sebagai peraturan teknis,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -