More

    Modus Jimat, Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Empat Santriwati

    Must Read

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota...

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Modus jimat, sebanyak empat orang santriwati diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh J (51) yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

    Salah satu pimpinan Ormas yang mendampingi orang tua korban, Anton Daeng Harahap mengatakan, dirinya sudah beberapa kali memenuhi panggilan Polres Serang Kota setelah melakukan pelaporan tiga bulan lalu.

    “Kita sudah lapor ke Polres, pihak keluarga juga sudah memenuhi beberapa kali panggilan, tapi pelaku sampai saat ini tak juga hadir,” ujar Anton kepada awak media, Senin (27/7/2020).

    Untuk kronologis sendiri, Anton menyebutkan bahwa J datang ke daerah ‘pelosok’ dan menawarkan untuk menjadi santrinya. Setelah J mendapatkan calon santri/santri wati, maka J akan melakukan penjemputan yang dilakukan pada waktu malam hari.

    Ia menyebutkan, perlakuan pencabulan tersebut dilakukan pada saat proses penjemputan, dengan korban diimingi akan diberikan semacam jimat atau wiridan.

    “Pengakuan dari korban itu dicabuli (Dipakai/disetubuhi) kejadiannya 2-3 sebelum laporan ini, dilakukannya didalam kendaraan waktu penjemputan, di vilanya juga, di pesantrennya juga ada kamar khusus katanya,” ungkap Anton

    Sedangkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, empat orang yang diduga menjadi korban pencabulan itu berusia di bawah umur sebanyak 14 dan 15 tahun, sedangkan dua orang lainnya sudah tergolong dewasa dengan usia 20 dan 21 tahun.

    Sementara, S yang merupakan salahsatu orang tua dari empat orang korban mengaku bahwa anaknya tidak sama sekali terbuka kepadanya perihal perlakuan J di pesantren.

    “Anak saya tidak terbuka, tidak, saya juga sempat nanya ke anak, tapi anak saya ga terbuka,” ujarnya.

    Ia mengaku, tidak terjadi perubahan sikap pada anaknya atas adanya dugaan kasus pencabulan itu. “Saya tahunya anak nginep di Pondok, karena jarang pulang, perubahan sikap juga ga ada, karena dia g cerita,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -