More

    Modus Jimat, Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Empat Santriwati

    Must Read

    Bela UMKM, Ketua DPRD Kota Serang Siap Pasang Badan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengaku siap pasang badan untuk memproses secara hukum jika ada oknum...

    Budi Rustandi Geram, Warganya Curhat Bantuan UMKM di Potong Sebesar 400 Ribu

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait adanya dugaan pemotongan bantuan...

    Terima Aduan, Budi Rustandi Kunjungi Ratusan Pelaku UMKM di Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi didampingi Kepala Disperindagkop Kota Serang Akhmad Zubaidilah mengunjungi ratusan pelaku Usaha...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Modus jimat, sebanyak empat orang santriwati diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh J (51) yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

    Salah satu pimpinan Ormas yang mendampingi orang tua korban, Anton Daeng Harahap mengatakan, dirinya sudah beberapa kali memenuhi panggilan Polres Serang Kota setelah melakukan pelaporan tiga bulan lalu.

    “Kita sudah lapor ke Polres, pihak keluarga juga sudah memenuhi beberapa kali panggilan, tapi pelaku sampai saat ini tak juga hadir,” ujar Anton kepada awak media, Senin (27/7/2020).

    Untuk kronologis sendiri, Anton menyebutkan bahwa J datang ke daerah ‘pelosok’ dan menawarkan untuk menjadi santrinya. Setelah J mendapatkan calon santri/santri wati, maka J akan melakukan penjemputan yang dilakukan pada waktu malam hari.

    Ia menyebutkan, perlakuan pencabulan tersebut dilakukan pada saat proses penjemputan, dengan korban diimingi akan diberikan semacam jimat atau wiridan.

    “Pengakuan dari korban itu dicabuli (Dipakai/disetubuhi) kejadiannya 2-3 sebelum laporan ini, dilakukannya didalam kendaraan waktu penjemputan, di vilanya juga, di pesantrennya juga ada kamar khusus katanya,” ungkap Anton

    Sedangkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, empat orang yang diduga menjadi korban pencabulan itu berusia di bawah umur sebanyak 14 dan 15 tahun, sedangkan dua orang lainnya sudah tergolong dewasa dengan usia 20 dan 21 tahun.

    Sementara, S yang merupakan salahsatu orang tua dari empat orang korban mengaku bahwa anaknya tidak sama sekali terbuka kepadanya perihal perlakuan J di pesantren.

    “Anak saya tidak terbuka, tidak, saya juga sempat nanya ke anak, tapi anak saya ga terbuka,” ujarnya.

    Ia mengaku, tidak terjadi perubahan sikap pada anaknya atas adanya dugaan kasus pencabulan itu. “Saya tahunya anak nginep di Pondok, karena jarang pulang, perubahan sikap juga ga ada, karena dia g cerita,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Bela UMKM, Ketua DPRD Kota Serang Siap Pasang Badan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengaku siap pasang badan untuk memproses secara hukum jika ada oknum...

    Budi Rustandi Geram, Warganya Curhat Bantuan UMKM di Potong Sebesar 400 Ribu

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait adanya dugaan pemotongan bantuan untuk para pelaku UMKM yang...

    Terima Aduan, Budi Rustandi Kunjungi Ratusan Pelaku UMKM di Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi didampingi Kepala Disperindagkop Kota Serang Akhmad Zubaidilah mengunjungi ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di...

    Gelar Demonstrasi, Kumala Menilai 42 Bulan Kepemimpinan WH-Andika Tanpa Perubahan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi demonstrasi di jalan raya Syekh Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang, Senin...

    Sedang Dibahas, UMK di Banten Berpotensi Naik

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, pihaknya saat ini tengah membahas terkait Upah Minimum Kerja (UMK)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -