More

    Selama Pandemi, LPA Catat 35 Kasus Kekerasan Anak di Banten

    Must Read

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten mencatat ada sekitar 35 kekerasan anak dimasa pandemi corona, dari 35 kasusu tersebut 95 persenya merupakan kejahatan seksual.

    “Itu yang Lapor ke kami (LPA Banten) belum laporan ke LPA kabupaten/kota, itu belum dirilis,”ucap kepala LPA Banten Muhamad Uut Lutfi saat ditemui di Polres Serang, Senin (27/7/2020) kemarin.

    Menurut Uut, Tren baru kasus kejahatan seksual anak tersebut bermula dari perkenalan di media sosial, terlebih kasusnya melibatkan banyak pelaku. Sehingga jika terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap regenerasi bangsa.

    “Jadi, kebanyakan yang kami tangani pelakunya lebih dari satu mereka gerombolan, awalnya itu perkenalan di medsos setelah itu mereka tukar nomor handphone akhirnya mulai pertemuan,” katanya.

    Yang jelas, kata Uut, dampak dari kebijakan pemerintah yang memaksanakan belajar daring menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat. “Nah ketika masa pandemi ini belajar melalui daring akhirnya anak-anak mau tidak mau dihadapkan dengan bagaimana waktunya itu lebih banyak di gadget, akhirnya dilematis,” imbuhnya.

    Tak hanya itu, Lanjutnya, Peran orang tua dalam memberikan edukasi kepada anak kurang maksimal, tak heran jika pola pikir anak berubah secara signifikan. Maka, untuk mencegah penyalahgunaan medsos diperlukan pengawasan ketat orang tua dalam memberikan edukasi-edukasi pembelajaran kepada anak.

    “Orang tua harus ekstra, karena secara tidak langsung sekolah itu menyerahkan untuk mengasuh dan mendidik anak dilingkungan rumah,” tandasnya.(Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...
    - Advertisement -
    - Advertisement -