More

    Cegah Kejahatan Anak Via Medsos, Pengawasan Orang Tua Harus Ekstra

    Must Read

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di...

    Upacara HUT RI, Pengibaran Bendera Hanya Dilakukan Tiga Paskibraka

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Deden Apriandi menyebut Upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di Banten...

    Diklaim Memiliki Jaringan ke Perusahaan, SDC Diharapkan Bisa Kurangi Pengangguran di Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga pelatihan dan pengembangan keahlian Skill Development Centre (SDC) diharapkan bisa mengurangi pengangguran di Kota Serang. Terlebih,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Transisi Sekolah Online di masa pandemi corona tak sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, kecenderungan penggunaan media sosial (Medsos) menimbulkan faktor baru bagi anak. Sebab, dinilai tren kasus kekerasan anak bermula dari penyalahgunaan medsos.

    Anggota Komisi II DPRD Banten Nurul Wasiah mendorong, seluruh orang tua untuk memberikan edukasi serta pengawasan terhadap penggunaan media sosial (Medsos) anak guna menghindari perubahan prilaku anak.

    “Pondasi utama dimasa pandemi ini adalah keluarga, maka perlu pengawasan ketat orang tua kepada anak-anaknya,” ucapnya saat ditemui di gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (29/7/2020).

    Menurutnya, Pemerintah harus menghapus seluruh konten-konten medsos yang tidak layak diakses oleh anak agar generasi bangsa ini bisa diselamatkan dari dampak negatif penggunaan medsos.

    “Mohon sih diupayakan untuk menghapus konten-konten yang tidak layak, walapun ini sulit tapi saya berfikir bahwa Insha Allah semua bisa dilakukan, semua pihak harus merasa memiliki terhadap anak-anak ini,” katanya.

    Selain itu, politisi perempuan dari fraksi PKS itu menegaskan proses pembelajaran anak harus melibatkan pengawasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan begitu, kata dia, pendidikan spiritual anak dapat menumbuhkan pola pikir positif anak dalam menentukan mana yang baik dan tidak baik.

    “Anak-anak dimasa pandemi ini harus mendapatkan masukan-masukan bukan hanya yang bersifat pendidikan formal tapi agamanya juga loh,” tegasnya.

    Tak hanya itu, Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspa) itu juga menegaskan pemerintah wajib menegakan hukum terhadap pelecehan atau kekerasan perempuan dan anak agar menimbulkan efek jera bagi pelaku. “Hukum ini perlu ditegakan seadil-adilnya, supaya anak dapat terlindungi,” ungkapnya.

    Dewan asal daerah pemilihan (Dapil) Pandeglang ini pun berharap selain kesadaran hukum yang harus ditingkatkan pun pengawasan dari keluarga terhadap kegiatan proses belajar anak dirumah harus diperketat.

    “Keluarga dan orang tua harus lebih ditingkatkan pengawasan kepada anak-anak, karena pondasi pendidikan itu adalah dirumah,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -