More

    Imbas Dugaan Pencabulan, Warga dan Santri Geruduk Ponpes

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Puluhan santri dan warga Padarincang, Kabupaten Serang mendatangi pesantren yang diduga dijadikan tempat pencabulan santriwati.

    Kedatangan masyarakat dan santri tersebut merupakan bentuk kekesalan lantaran hingga saat ini pelaku belum tertangkap atau penanganannya lambat padahal sudah tiga minggu berjalan sejak laporan diawal Juli.

    Pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan sejak pagi dan semakin bertambah saat siang hari. Nampak lokasi Ponpes dijaga ketat aparat kepolisian dan sudah dipasang garis polisi.

    “Cuma minta di hukum seberat-beratnya, karena sudah bikin malu kampung dan juga pesantren,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (28/7/2020) kemarin.

    Sebelumnya diberitakan Seorang oknum guru salah satu Ponpes di Kabupaten Serang dilaporkan ke Polres Serang Kota karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap santriwati.

    Salah satu orang tua korban S (48) mengatakan pihaknya mengetahui anaknya jadi korban setelah ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serang.

    “Ada yang laporan dari orang desa ke saya, anak saya sudah ditangani P2TP2A. sampai kaget seperti ini,” ucapnya.

    Sementara itu, Staf P2TP2A Kabupaten Serang, Laela Purnama Sari mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendampingan terhadap empat korban pencabulan itu.

    “Kita bantu pendampingan hukum ke Mapolres, terus kita juga mendampingi visum ke Rumah Sakit,” ujarnya.

    sejauh ini, ucap dia, kondisi psikologis para korban cukp baik, hanya saja setelah mendengar pemberitaan yang sudah ramai di media sosial (medsos) membuat mereka kekhawatiran dan merasa takut.

    “Kita juga melakukan pendampingan psikologis kepada anak itu, cuman pas kita pulangkan anak itu sudah ceria. Malahan pas kasusnya sekarang viral mereka jadi merasa malu dan takut,” ujarnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -