More

    Imbas Dugaan Pencabulan, Warga dan Santri Geruduk Ponpes

    Must Read

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Puluhan santri dan warga Padarincang, Kabupaten Serang mendatangi pesantren yang diduga dijadikan tempat pencabulan santriwati.

    Kedatangan masyarakat dan santri tersebut merupakan bentuk kekesalan lantaran hingga saat ini pelaku belum tertangkap atau penanganannya lambat padahal sudah tiga minggu berjalan sejak laporan diawal Juli.

    Pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan sejak pagi dan semakin bertambah saat siang hari. Nampak lokasi Ponpes dijaga ketat aparat kepolisian dan sudah dipasang garis polisi.

    “Cuma minta di hukum seberat-beratnya, karena sudah bikin malu kampung dan juga pesantren,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (28/7/2020) kemarin.

    Sebelumnya diberitakan Seorang oknum guru salah satu Ponpes di Kabupaten Serang dilaporkan ke Polres Serang Kota karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap santriwati.

    Salah satu orang tua korban S (48) mengatakan pihaknya mengetahui anaknya jadi korban setelah ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serang.

    “Ada yang laporan dari orang desa ke saya, anak saya sudah ditangani P2TP2A. sampai kaget seperti ini,” ucapnya.

    Sementara itu, Staf P2TP2A Kabupaten Serang, Laela Purnama Sari mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendampingan terhadap empat korban pencabulan itu.

    “Kita bantu pendampingan hukum ke Mapolres, terus kita juga mendampingi visum ke Rumah Sakit,” ujarnya.

    sejauh ini, ucap dia, kondisi psikologis para korban cukp baik, hanya saja setelah mendengar pemberitaan yang sudah ramai di media sosial (medsos) membuat mereka kekhawatiran dan merasa takut.

    “Kita juga melakukan pendampingan psikologis kepada anak itu, cuman pas kita pulangkan anak itu sudah ceria. Malahan pas kasusnya sekarang viral mereka jadi merasa malu dan takut,” ujarnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -