More

    Untuk Empat Hari Berjualan, PKL Stadion Harus Bayar Rp 150 Ribu

    Must Read

    Ustad di Pontang Meninggal Saat Sembelih Hewan Kurban

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga di Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, dikejutkan dengan adanya salah seorang Ustad yang meninggal saat...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD...

    Apel Perdana di Masa Pendemi, Pemkot Hanya Libatkan Eselon II dan II

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah berbulan-bulan tidak melakukan apel pagi karena merebaknya Covid-19 di Kota Serang, kini pemerintah Kota (Pemkot) Serang...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang harus membayar uang keamanan untuk bisa berjualan menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.

    Salah seorang pedagang kuliner yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp 150.000 untuk dapat berjualan di area yang sebelumnya sudah disterilisasi oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dari PKL tersebut.

    “Bayar uang keamanan gitulah, kalau kuliner Rp 150.000, kan disini ada koordinatornya,” ungkap pedagang, Kamis (30/7/2020).

    Ia menyebutkan bahwa dengan membayar uang keamanan sebesar Rp 150.000 untuk jenis kuliner, ia dapat berjualan selama empat hari, terhitung sejak hari ini Kamis (30/7) hingga hari Minggu (2/8) mendatang.

    “Rp 150.000 ini untuk empat hari, lumayan aja buat nambah-nambah untuk lebaran,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ia menjelaskan ada pengelompokan pada jenis lapak yakni lapak kuliner, lapak wahana mainan anak, dan lapak penjual baju/celana. Sehingga, uang keamanan yang harus disetorkan itu berbeda nominalnya.

    “Kuliner itu Rp 150.000, kalo mainan itu Rp 300.000, kalo yang jualan baju atau celana dimintanya Rp 400.000, kalau bayarnya ke koordinator yang megang kawasan sini” jelasnya.

    Pedagang kuliner lain yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan, bahwa untuk berjualan selama empat hari harus membayar Rp 150.000 kepada koordinator. Padahal, ia mengaku sudah terbilang cukup lama berjualan di stadion ini. Ia juga mengaku sempat pindah berjualan di Pasar Kepandean seperti intruksi Pemkot Serang.

    Namun, karena kondisi Pasar Kepandean yang sepi, ia lebih memilih untuk berjualan kembali di area stadion yang dipandang banyak pengunjung. ” Udah lama jualan disini, semenjak di Alun-alun itu, terus pindah ke sini (Stadion). Kepandean sepi, saya sempat jualan disana, kalau disini mah banyak yang lewat, jadi ada aja yang beli,” ujarnya

    Hari Biasa, Bayar ke Oknum Satpol PP

    Selain menjelang Idul Adha ini, ia mengaku pada hari biasa dirinya harus menyetorkan uang sebesar Rp 5.000 kepada oknum Satpol PP, agar lapaknya tidak dilakukan pembubaran.

    “Hari-hari biasa bayar Rp 5rb ke Pol PP kalau gak mau dibongkar,” ungkapnya.

    Sementara itu, menyoal PKL yang mulai memenuhi kawasan stadion yang sudah dilakukan sterilisai beberapa waktu lalu, Wali Kota Serang Syafrudin enggan berkomentar.

    “PKL Stadion ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang saja, Disparpora leading sektornya,” tandasnya pada Rabu (29/7) kemarin.

    Saat disinggung soal target pemindahan PKL tersebut ke tempat yang sudah disediakan oleh Pemkot Serang yakni Pasar Kepandean, Syafrudin kembali enggan berkomentar, dan kembali mengalihkan pada pihak Disparpora.

    “Pemindahan PKL itu coba hubungi Dsparpora, karena saya tidak tau ini dari Disparporanya,” pungkasnya.

    Sementara, Kepala Disparpora Kota Serang Ahmad Zubaedilah tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat Whatsapp. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -