More

    Untuk Empat Hari Berjualan, PKL Stadion Harus Bayar Rp 150 Ribu

    Must Read

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang...

    Diduga Deklarasi Damai Langgar Prokes, FPUIB di Polisikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pada acara Apel Akbar deklarasi damai...

    Ditengah Pandemi Covid-19, Tarkam Bola Di Kota Serang Picu Kerumunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ditengah pandemi Covid-19, ribuan warga di Kampung Graha Cibogo, Kelurahan Nyapa, Kecamatan Walantaka, Kota Serang malah berkerumun...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang harus membayar uang keamanan untuk bisa berjualan menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.

    Salah seorang pedagang kuliner yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp 150.000 untuk dapat berjualan di area yang sebelumnya sudah disterilisasi oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dari PKL tersebut.

    “Bayar uang keamanan gitulah, kalau kuliner Rp 150.000, kan disini ada koordinatornya,” ungkap pedagang, Kamis (30/7/2020).

    Ia menyebutkan bahwa dengan membayar uang keamanan sebesar Rp 150.000 untuk jenis kuliner, ia dapat berjualan selama empat hari, terhitung sejak hari ini Kamis (30/7) hingga hari Minggu (2/8) mendatang.

    “Rp 150.000 ini untuk empat hari, lumayan aja buat nambah-nambah untuk lebaran,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ia menjelaskan ada pengelompokan pada jenis lapak yakni lapak kuliner, lapak wahana mainan anak, dan lapak penjual baju/celana. Sehingga, uang keamanan yang harus disetorkan itu berbeda nominalnya.

    “Kuliner itu Rp 150.000, kalo mainan itu Rp 300.000, kalo yang jualan baju atau celana dimintanya Rp 400.000, kalau bayarnya ke koordinator yang megang kawasan sini” jelasnya.

    Pedagang kuliner lain yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan, bahwa untuk berjualan selama empat hari harus membayar Rp 150.000 kepada koordinator. Padahal, ia mengaku sudah terbilang cukup lama berjualan di stadion ini. Ia juga mengaku sempat pindah berjualan di Pasar Kepandean seperti intruksi Pemkot Serang.

    Namun, karena kondisi Pasar Kepandean yang sepi, ia lebih memilih untuk berjualan kembali di area stadion yang dipandang banyak pengunjung. ” Udah lama jualan disini, semenjak di Alun-alun itu, terus pindah ke sini (Stadion). Kepandean sepi, saya sempat jualan disana, kalau disini mah banyak yang lewat, jadi ada aja yang beli,” ujarnya

    Hari Biasa, Bayar ke Oknum Satpol PP

    Selain menjelang Idul Adha ini, ia mengaku pada hari biasa dirinya harus menyetorkan uang sebesar Rp 5.000 kepada oknum Satpol PP, agar lapaknya tidak dilakukan pembubaran.

    “Hari-hari biasa bayar Rp 5rb ke Pol PP kalau gak mau dibongkar,” ungkapnya.

    Sementara itu, menyoal PKL yang mulai memenuhi kawasan stadion yang sudah dilakukan sterilisai beberapa waktu lalu, Wali Kota Serang Syafrudin enggan berkomentar.

    “PKL Stadion ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang saja, Disparpora leading sektornya,” tandasnya pada Rabu (29/7) kemarin.

    Saat disinggung soal target pemindahan PKL tersebut ke tempat yang sudah disediakan oleh Pemkot Serang yakni Pasar Kepandean, Syafrudin kembali enggan berkomentar, dan kembali mengalihkan pada pihak Disparpora.

    “Pemindahan PKL itu coba hubungi Dsparpora, karena saya tidak tau ini dari Disparporanya,” pungkasnya.

    Sementara, Kepala Disparpora Kota Serang Ahmad Zubaedilah tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat Whatsapp. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -