More

    Raperda RZWP3K Dinilai Tidak Sinkron Dengan RTRW

    Must Read

    Terpengaruh Alkohol, 7 Pemuda di Cikande Perkosa Gadis Dibawah Umur Secara Bergilir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tujuh orang pemuda tega perkosa gadis di bawah umur secara bergiliran. Dari ketujuh tersangka, Satreskrim Polres Serang...

    Dua Pelaku Penggelapan Ribuan Sepatu Diringkus Satreskrim Polres Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dua orang pekerja kurir yang juga pelaku penggelapan ribuan sepatu ekspor bermerk New Balance milik PT Parklan...

    Wow! Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di Serang Capai Rp 26 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Biaya pengobatan pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit akan ditanggung pemerintah melalui klaim BPJS Kesehatan. Di Kota dan Kabupaten...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) menyoroti lemahnya draf Raperda RZWP3K Provinsi Banten. Bahkan, raperda itu dinilai tidak ada sinkronisasi antara Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Banten dengan Naskah Akademik RZWP3K.

    “Kami mengidentifikasi masih ada pengaturan berbeda dalam nomeklatur RZWP3K, perbedaan ini bisa menimbulkan pengaturan yang tidak jelas,” kata Kasubdit Pembinaan Wilayah Jawa-Bali Agustomi Masik disela-sela rapat dengar pendapat dengan Pansus RZWP3K di ruang rapat DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Selasa (4/8/2020).

    Menurut dia, didalam RTRW provinsi Banten seperti disebutkan salah satu wisata TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon) sebagai kawasan hutan lindung, namun di RZWP3K justru TNUK dijadikan wilayah konservasi.

    “Nah kalau di RTRW mislanya TNUK itu diperbolehkan melakukan kegiatan pariwisata, sementara di RZWP3K tidak mengatur itu bagaimana?, maka penting kita untuk menyinkronkan,” katanya.

    Sementara itu, Pusat Studi Sumber Daya dan Teknologi Kelautan Leni Spfhia Heliani mengatakan, draf tersebut masih memiliki berbagai persoalan yang belum diselesaikan termasuk analisis peta lokasi serta kajian resiko bencana yang belum sepenuhnya dimasukan dalam naskah raperda.

    “Peta yang digunakan tahun 2015 itu perlu dilihat dan dicek kembali karena ada beberapa ketidaksinkronan dengan RTRW (Rencana Tata ruang Wilayah),” ujarnya.

    Dia menyebut, Peta yang diperoleh sifatnya tunggal, di perparah dengan kepentingan yang luar biasa, sehingga kepentingan zonasi sangat rawan.

    “Peta yang digunakan skalanya itu 250 ribu tentu kurang memperhatikan eksisting dilapangan,” katanya.

    Selain itu, ucap dia, berdasarkan acuan RTRW terkait kajian resiko bencana sangat penting dimasukan dalam draf tersebut. Akan tetapi, pihaknya belum menemukan resiko bencana yang dimuat dalam draf RZWP3K.

    “Kami belum melihat peta resiko bencana sebagai bagian dari Raperda RZWP3K, ini drafnya belum utuh,” tuturnya.

    Sejauh ini, sambungnya, naskah akademik RZWP3K secara umum terlihat lengkap. Namun data yang dimuat cenderung berbeda, bahkan data konservasi belum tertulis dalam naskah tersebut.

    “Ini menggunakan data 5 tahun lalu, kita tidak bisa merepresentasisaikan eksisting secara kontekstual dilapangan kondisi kedepanya akan seperti apa?,”jelasnya.

    Tak hanya itu, lanjutnya, batas wilayah pun belum dijelaskan dalam naskah akademik. Sehingga, pihaknya mendorong adanya sinkronisasi dengan RTRW.

    “Atas ketidakjelasan naskah ini, maka perlu ada sinkronisasi antara RTRW dengan RZWP3K,” tandasnya.(Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Selama Sebulan, Polres Serang Kota Ungkap 19 Kasus Peredaran Narkoba

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Kepolisian Resors (Polres) Serang Kota melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap 19 kasus peredaran narkoba selama satu bulan...

    Geger Gunung Krakatau Bakal Meletus, Diskominfo Provinsi Banten Pastikan Hoaks

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Tanah Jawara digegerkan terkait beredarnya sebuah rekaman pesan berantai berbentuk voice not (catatan suara) melalui WhatsApp group berisi rekaman yang menyebutkan...

    BNNP Banten Gagalkan Penyelundupan 310 Kilogram Ganja Asal Aceh

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil menggagalkan aksi penyeludupan 301 kilogram narkotika jenis ganja, yang diselundupkan dalam bak kendaraan truk di Jalan Raya...

    Dua Pelaku Penggelapan Ribuan Sepatu Diringkus Satreskrim Polres Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dua orang pekerja kurir yang juga pelaku penggelapan ribuan sepatu ekspor bermerk New Balance milik PT Parklan World Indonesia (PWI) di tangkap...

    Pengangkatan Komisaris BUMD Menuai Polemik, Begini Kata DPRD Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Keputusan Gubernur Banten mengangkat Muhtarom sebagai Komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri (BUMD) berujung polemik. Pasalnya, Muhtarom saat ini masih menjabat sebagai kepala...
    - Advertisement -
    - Advertisement -