More

    Sering Disebut Thogut, Ini Nilai-nilai Islam dalam Pancasila

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Bukan sekali dua kali diletupkan isu pancasila adalah Thogut dan musuh Islam oleh oknum beberapa kelompok yang berupaya membenturkan islam dengan pancasila. Padahal sudah jelas nilai-nilai islam tertuang dalam setiap butir pancasila.

    Demikian dikatakan Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Serang Dimas Pradipta Assuhada saat menggelar webinar nasional dengan tema islam, pancasila, dan nasionalisme pada Senin, (03/08/2020) malam.

    Dimas menyebut, perlu disadari mulai terkikisnya jiwa nasionalisme dan ideologi bangsa di dalam jiwa-jiwa manusia Indonesia. Dengan begitu, menurutnya sebagai salah satu elemen bangsa Repdem perlu menginisiasi kembali rasa nasionalisme.

    “Sudah bukan rahasia lagi, terkikisnya rasa nasionalisme Indonesia itu akibat datangnya ideologi-ideologi impor, makanya kita gelar acara ini agar semua paham keterkaitan Islam, Pancasila, dan Nasionalisme,” katanya disela-sela diskusi.

    Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah I, Usman Umar mengungkapkan Pancasila adalah pengejawantahan serta cerminan dari nilai-nilai islam, sehingga salah besar jika masih ada kalangan intelek yang membenturkan agama islam dengan pancasila.

    “Kita lihat nilai-nilai itu seluruhnya mengandung ajaran agama, sila pertama ketuhanan yang maha esa, sila ini mengajarkan ketauhidan yang terekam dalam Al-Qur’an surat Al-Ikhlas,” ungkapnya.

    Kemudian, sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan pengejawantahan nilai-nilai kemanusiaan terdapat dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 135 yang artinya
    ‘Wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah SWT terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu, jika dia (yang terdakwa) kaya atau miskin maka Allah lebih tahu kemaslahatan, maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah maha teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan’.

    “Kita harus bangga kepada para pendiri bangsa yang tidak sembarangan dalam meletakan susunan pancasila,” terangnya.

    Sila Ketiga, ucap dia, Persatuan Indonesia yang merupakan tonggak awal dalam membangun bangsa Indonesia ditengah keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Terlebih al-Qur’an telah memerintahkan manusia untuk bersatu dan menghindari perpecahan.

    “Sila ini cerminan dari surat Al- Hujurat ayat 13 yang artinya ‘wahai manusia sesungguhnya aku menciptakanmu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal,” ujarnya.

    Selanjutnya, Pendiri Ponpes Baitul Hilmi Ciputat itu menegaskan pada sila keempat Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan tercermin dalam Al-Qur’an Surat As-syura ayat 38 yang artinya ‘Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rob-nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka’.

    Terakhir, ujar dia, sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari pengejawantahan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58 artinya ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat’.

    “Saya yakin pendiri bangsa Indonesia ketika menjadikan pancasila sebagai dasar negara tidak lepas untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -