More

    Bank Banten Bantah Dugaan Kredit Fiktif Senilai Rp 150 Miliar

    Must Read

    Resmi Dilantik, Pjs Bupati Serang dan Pandeglang Fokus Jaga Netralitas ASN di Pilkada

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy resmi mengukuhkan alias melantik Penjabat sementara (Pjs) Bupati Serang Ade Aryanto dan...

    Selama Sebulan, Polres Serang Kota Ungkap 19 Kasus Peredaran Narkoba

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Kepolisian Resors (Polres) Serang Kota melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap 19 kasus peredaran narkoba selama satu bulan...

    Amankan Pilkada, Polres Serang Terjunkan 500 Personil

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepolisian resor (Polres) Serang Kabupaten telah menyiapkan ratusan personil untuk mengamankan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serang yang...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Direktur Bank Banten Kemal Idris membantah adanya tudingan kredit fiktif senilai Rp 150 miliar yang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh salah seorang warga Banten bernama Ojat Sudrajat pada 27 Juli 2020 lalu.

    “Jadi nggak ada kredit fiktif, itu harus ditanya ke yang melapornya, bahasa fiktif kan berarti palsu, nah palsunya dari mana,” ucapnya saat ditemui di Pendopo Lama, Kota Serang, Rabu (5/7/2020) kemarin.

    Kemal menyebut, semua laporan keuangan di audit oleh kantor akuntan publik yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu, bukan karena kredit macet, tetapi karena ada faktor penyerta seperti nilai Non Performance Loans (NPL) Bank Banten masalah kecukupan modal.

    “Pokoknya banyak faktor kalau bicara status itu, tidak hanya satu faktor, misalnya masalah kredit. Tidak, tidak hanya itu, tapi banyak faktor,” jelasnya.

    Yang jelas, ucap dia, jaminan nasabah debitur bentuknya ada serta tujuannya dicantumkan kredit korporasi termasuk modal kerja atau investasi.

    “Namanya kredit pasti tujuannya ada. Agunan (jaminan) itu ada. Nggak ada nasabah palsu, Kalau ada pasti sudah ketahuan dari dulu,” ujarnya.

    Kemal mengungkapkan, Bank Banten termasuk kategori bank yang pendirianya terbilang baru sehingga mayoritas kreditnya dari PNS dan pensiunan, jaminannya gaji dan SK (Surat Keputusan), sedangkan, Kredit korporasi masih sangat kecil.

    “Korporasi masih kecil, itu juga rata rata korporasi banyak yang kontraktor APBD. Paling ada beberapa kredit mikro, seperti bantu-bantu UMKM (usaha mikro kecil menengah) saja,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Selama Sebulan, Polres Serang Kota Ungkap 19 Kasus Peredaran Narkoba

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Kepolisian Resors (Polres) Serang Kota melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap 19 kasus peredaran narkoba selama satu bulan...

    Geger Gunung Krakatau Bakal Meletus, Diskominfo Provinsi Banten Pastikan Hoaks

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Tanah Jawara digegerkan terkait beredarnya sebuah rekaman pesan berantai berbentuk voice not (catatan suara) melalui WhatsApp group berisi rekaman yang menyebutkan...

    BNNP Banten Gagalkan Penyelundupan 310 Kilogram Ganja Asal Aceh

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil menggagalkan aksi penyeludupan 301 kilogram narkotika jenis ganja, yang diselundupkan dalam bak kendaraan truk di Jalan Raya...

    Dua Pelaku Penggelapan Ribuan Sepatu Diringkus Satreskrim Polres Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dua orang pekerja kurir yang juga pelaku penggelapan ribuan sepatu ekspor bermerk New Balance milik PT Parklan World Indonesia (PWI) di tangkap...

    Pengangkatan Komisaris BUMD Menuai Polemik, Begini Kata DPRD Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Keputusan Gubernur Banten mengangkat Muhtarom sebagai Komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri (BUMD) berujung polemik. Pasalnya, Muhtarom saat ini masih menjabat sebagai kepala...
    - Advertisement -
    - Advertisement -