More

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020 ini dinilai masih fenomena titipan.

    Koordinator Wilayah (Korwil) Banten Jaringan Sekolah Untuk Semua (Jarsus) Ade Yunus mengatakan, kuota jalur titipan setiap tahun marak terjadi, terlebih proses titipan kemungkinan besar melibatkan oknum petinggi sekolah.

    “Kepala sekolah yang bermain harus dilakukan punnishment (sanksi), nah ini saya kira harus ditindaklanjuti Dindikbud untuk mengecek data kuota dengan data absensi,” ucapnya saat ditemui di Gedung DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Kamis (6/8/2020).

    Yunus menyebut, ada empat jalur dalam penerimaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas, dan terakhir jalur prestasi. Dari keempat jalur tersebut, potensi paling rawan ada di jalur perpindahan tugas orang tua.

    “Nah perpindahan jalur tugas ini janggal cuma berbeda kecamatan masa bisa pindah tugas, kan lucu asal sekolahnya dekat dengan yang dituju kok pindah tugas,” katanya.

    Oleh sebab itu, pihaknya meminta Dindikbud Banten untuk melakukan audit kuota PPDB keseluruh sekolah agar kejanggalan-kejanggalan tersebut bisa secepatnya diselesaikan.

    “Kita minta pak Kadis Dindikbud untuk melakukan audit karena banyak absen siswa dengan data dari kuota online itu tidak sesuai,” tegasnya.

    Sementara itu, Kabid SMA Dindikbud Banten, Rudi Prihadi mengatakan segala bentuk pelanggaran kegiatan PPDB harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan. Untuk itu, proses pengawasan berlangsung dengan ketat guna meminimalisir kecurangan PPDB.

    “Kalau ada pelanggaran bersifat hukum kami mendukung sepenuhnya harus segera diproses,” ujarnya.

    Rudi mengakui sistem PPDB memiliki kelemahan sehingga diperlukan evaluasi untuk melakukan perbaikan di segala lini.

    “PPDB ini bukan sekata-kata pelaksanaannya, tapi lebih kepada persiapan bagaimana kita menyikapi Permen (peraturan menteri) serta Pergub (peraturan gubernur) dan Juknis (petunjuk teknis) PPDB.” Tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -