More

    Pembangunan Daerah Terancam Resesi Ekonomi

    Must Read

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ancaman resesi ekonomi nasional diprediksi bakal mempengaruhi keberlangsungan pembangunan di wilayah Provinsi Banten. Bahkan, ancaman resesi ekonomi itu membuat ekonomi daerah sulit setelah dihantam Covid-19.

    Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengakui, kondisi ekonomi sedang menyusut tajam, bukan hanya di Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah di tanah air mengalami persoalan yang sama sehingga pemerintah pusat menunda berbagai rencana pembangunan prioritas.

    “Pembangunan prioritas ini kan banyak, baik itu kapasitas infrastruktur dan yang lainnya,” ucapnya saat ditemui di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (11/8/2020).

    Menurutnya, dampak Covid-19 telah menghancurkan seluruh sektor pendapatan daerah, termasuk pajak kendaan bermotor yang terjun bebas.

    “Tulang punggung pendapatan kita ini dari pajak kendaraan bermotor, sedangkan di masa Covid-19 ini pendapatan juga menukik, daya beli masyarakat semakin menurun,” katanya.

    Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam rangka penguatan anggaran daerah.

    “Pertama, kapasitas kebijakan anggaran yang difokuskan pada penanganan Covid-19. Kedua, pemerintah pusat dapat mendorong kebijakan anggaran untuk Pemprov Banten dalam prioritas pembangunannya. Ketiga, berkoordinasi terkait penanganan Covid-19,” ungkapnya.

    Andika pun berharap pandemi covid-19 segera berakhir agar seluruh pembangunan dapat terlaksana serta masyarakat kembali dalam kondisi aman.

    “Alhamdulillah saat ini kita sudah masuk peringkat ketiga keluar dari episentrum penyebaran Covid-19,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -