More

    Warga Dilarang Gelar Pelombaan di Hari Kemerdekaan

    Must Read

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum bersejarah, tak heran jika sering diperingati melalui upacara kemerdekaan pun sering diisi dengan serangkaian agenda perlombaan masyarakat mulai dari balap karung, makan kerupuk, dan panjat pinang.

    Kali ini, Perayaan HUT RI ke- 75 Tahun nampaknya berbeda lantaran dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Dengan begitu, warga diimbau menggelar perlombaan ‘Hari Kemerdekaan’ seperti biasanya. Hal itu karena Provinsi Banten masih menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

    Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, masyarakat tidak boleh melakukan perayaan ’17 Agustus’ karena penyebaran Covid-19 sepenuhnya belum selesai, terlebih perayaan itu akan mengundang kerumunan orang.

    “Masyarakat jangan terlibat, pasang bendera saja. (Lomba-lomba) juga nggak boleh,” katanya saat ditemui di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang Senin (11/8/2020).

    Tak hanya itu, orang nomor satu di Banten itu juga mengancam bakal memberikan sanksi bagi pelanggar, menurutnya sanksi tersebut sudah jelas tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 25 Tahun 2020 serta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019.

    “Ada tuh sanksinya dimuatkan di Pergub (Peraturan Gubernur, red) sama Inpres ada tuh, baca tuh baca,” katanya.

    Diketahui, PSBB di wilayah Tangerang Raya kembali diperpanjang dua pekan kedepan hingga 22 Agustus 2020. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -