More

    Aksi Mahasiswa, Pemprov Banten Disebut Tidak Peduli Pendidikan Swasta

    Must Read

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Swasta Provinsi (Akamsi) Banten menggelar aksi demonstrasi di gerbang pintu masuk gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (12/8/2020).

    Dalam aksinya mereka mengkritisi kebijakan Pemprov Banten yang dinilai tidak memberikan keadilan terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta (PTS) yang tersebar di seluruh wilayah Banten.

    “Kami menuntut kebijakan pendidikan dimasa pandemi, sama-sama kita ketahui belum ada bantuan yang bijak untuk pendidikan,” ucap Reza Setiawan salah satu masa aksi Reza kepada awak media.

    Menurut Reza, PTS memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui instrumen pendidikan kepada regenerasi bangsa, namun nyatanya, pemprov tidak peduli terhadap kampus swasta, “Padahal kan gubernur seorang guru, tapi mengapa tidak memperhatikan kita?,” tanya Reza.

    “Pemprov tidak peduli terhadap pendidikan kita, pemprov hari ini tidak mementingkan kita. Bagaimana dengan guru honorer?, mau sampai kapan pendidikan terasingkan,” katanya.

    Selain itu, ucap dia, pembelajaran dimasa pandemi harusnya mendapat keadilan yang sama tak terkecuali di pelosok desa yang sulit mengakses internet karena terbentur dengan kondisi ekonomi, namun gubernur hanya perduli kepada proses pembelajar di wilayah perkotaan.

    “Ketika pemimpinnya zalim, maka sebuah negara akan hancur,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya meminta kebijakan gubernur agar menunjukan keberpihakanya kepada swasta. Meskipun, kebijakan PTS merupakan kewenangan pusat tapi daerah pun harus andil dalam menunjang kebutuhan-kebutuhan mahasiswa selama pembelajaran daring.

    Dampak Covid-19, ujar dia, sekitar 20 sampai 30 persen mahasiswa PTS se-Banten cuti dan tidak sedikit juga yang putus kuliah karena tidak sanggup membayar biaya pendidikan.

    “Kami minta ada potongan SPP, termasuk tambahan gaji untuk guru. Mahasiswa harus dapat bantuan tambahan dana Covid- 19, kalau di kalkulasi itu sekitar 20 sampai 30 persen mahasiswa cuti dan putus kuliah,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -