More

    Selain Industri, Limbah Rumah Tangga Turut Cemari Sungai Ciujung

    Must Read

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto menyebut, selain limbah industri, limbah domestik yang berasalan dari aktivitas rumah tangga manusia turut andil cemari Sungai Ciujung.

    Diketahui, Sungai Ciujung telah mengalami pencemaran dari mulai Jembatan Cikolelet Kecamatan Tunjung Teja hingga ke Jembatan Jonjing Kecamatan Tirtayasa.

    “Itu air limbah berasal dari aktivitas manusia, nah masyarakat yang bermukim di sepanjangan bantaran Sungai Ciujung,” ucap Budi saat di temui di ruang rapat DLH Kabupaten Serang, Kamis (13/8/2020).

    Budi menyebut, sumber sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai ditumpuk di bantaran sungai dapat menghasilkan air lindi jika terpapar oleh air hujan.

    “Penambangan pasir oleh masyarakat di sepanjang sungai pun jadi penyebab pencemaran,” katanya.

    Selanjutnya, ucap dia, ada limbah bersumber dari aktivitas pertanian seperti pupuk, dan lainnya yang dibuang ke sungai. “Saat ini belum ada riset yang memberikan pul data terkait pembuangan limbah diluar Industri,” terangnya.

    Terkait air limbah dari aktivitas produksi industri, Budi mengakui sudah melakukan pengawasan intens melalui rekomendasi dokumen Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) perusahaan. Industri yang mengeluarkan limbah cair ke Sungai Ciujung, ujar dia, ada tahap-tahap yang harus dilalui termasuk harus mengantongi izin IPAL.

    “Sebelum mendapat Izin dari DPTMPTSP, perusahaan harus mendapat rekomendasi dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup), rekomendasi itu mengatur volume pembuangan limbah melalui peralatan pengukur dari pusat,” ungkapnya.

    “Setelah memenuhi persyaratan tentu mereka (perusahaan) akan diberikan rekomendasi izin yang dikeluarkan DPTMPTSP,” tambahnya.

    Budi mengungkapkan, dalam IPAL ada bentuk standarisasi baku mutu lingkungan yang harus dipenuhi perusahaan dalam membuang limbah cair ke sungai.

    “Perusahaan itu ada lokasi titik koordinat, disitulah diukur ujung IPAL lalu bisa dibuang ke air atau tidak,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -