More

    Wagub Andika Klaim Bantuan Kuota Siswa Masuk pada APBD 2020

    Must Read

    IMM Sebut Anggaran Perjalanan Anggota Dewan Habiskan Rp44 Miliar Ditengah Pandemi

    PANDEGLANG/POSPUBLIK.CO - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang menyayangkan penggunaan anggaran perjalanan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

    FPUIB di Polisikan, Advokat: Ada Orang Yang Benci Islam

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H didampingi kuasa hukum dari Banten Lawyers Club (BLC) melaporkan dugaan pelanggaran protokol...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengklaim alokasi untuk kuota pulsa siswa sudah dimasukan ke APBD Perubahan 2020. Lantaran kegiatan belajar daring akan berlanjut sampai Desember 2020.

    Kebijakan mengalokasikan kuota bagi siswa itu lantaran banyak siswa yang mengeluhkan pembiayaan kuota untuk belajar daring tersebut.

    “Kemarin kita mengantisipasi melalui dana BOSDa untuk penambahan bantuan kuota. Internet. Sudah kemarin dibahas, dan dimasukan pada APBD Perubahan ini, jadi ada di program pendidikan,” ucapnya usai rapat paripurna APBD Perubahan TA 2020 di Gedung DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Jumat (14/8/2020).

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Serang, Rohmat mengakui bahwa tidak ada distribusi kuota internet dari Bosda Banten ke siswanya.

    “BOSDa hanya untuk honorer guru dan karyawan, itupun langsung ditransfer ke gurunya langsung tanpa lewat sekolah dulu. Tetapi terkait pulsa saat ini belum ada informasi, jadi tidak tau juga ke depannya kalau ada perubahan,” katanya.

    Ia berharap agar pemprov segera merealisasikan pulsa dari dana BOSDa agar orang tua siswa yang tidak mampu mendapat bantuan dari daerah.

    “Kan kita tidak tau kondisi orang tua siswa bagaimana. Apakah mampu untuk memberikan kuota apa tidak. Karena kalau hanya mengandalkan dari BOSNAS sangat minim,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    FPUIB di Polisikan, Advokat: Ada Orang Yang Benci Islam

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H didampingi kuasa hukum dari Banten Lawyers Club (BLC) melaporkan dugaan pelanggaran protokol...

    Diduga Deklarasi Damai Langgar Prokes, FPUIB di Polisikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pada acara Apel Akbar deklarasi damai yang digelar oleh Forum Persaudaraan...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5 miliar. Demikian hal tersebut di...

    Waspada! Empat Daerah di Banten Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan tingginya tren penyebaran Covid-19 di...

    Disepakati, APBD 2021 Provinsi Banten Defisit Rp4,47 Triliun

    SERANG/POSPUBLIK.CO - DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi perda. Persetujuan diambil dalam rapat paripurna di Sekretariat DPRD...
    - Advertisement -
    - Advertisement -