More

    Lima Pelajar Akan Gugat Dindik, Begini Kata Andika

    Must Read

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Lima pelajar Asal Pakuhaji, Kabupaten Tangerang akan menggugat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

    Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi mengaku akan secepatnya memanggil Plt Kadindik untuk dimintai keterangan atas tidak lolosnya kelima pelajar tersebut.

    “Terkait hal itu, nanti saya akan panggil Plt Kadindiknya,” ucap saat ditemui di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang Jum’at (14/8/2020) kemarin.

    Diberitakan sebelumnya, kelima pelajar tersebut, yaitu Gina, Lisna, Amanda, Iriansyah, dan Warningsih menggandeng Tim Advokasi Deni Ismail Pamungkas (DIP) dan Partners untuk menggugat Plt Kadindik.

    Alasanya, mereka gagal masuk sekolah dan ditolak SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang. Padahal, mereka mengklaim telah mengikuti mekanisme yang ditentukan.

    Gina salah satu pelajar mengatakan, sebelumnya siswi berprestasi tersebut mendaftar secara online di website PPDB 2020. Kemudian diarahkan untuk memilih jalur pendaftaran. Ada beberapa pilihan yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, dan jalur prestasi.

    “Saat memilih jalur sempat salah, harusnya jalur prestasi bukan zonasi. Tapi kalau untuk kriteria jarak udah memenuhi syarat tempat tinggal masih satu Kecamatan dengan sekolah tujuan,” katanya.

    Satu bulan kemudian, Gina mengaku mendapat pemberitahuan tidak lolos.
    Padahal, sambungnya, pihak sekolah menjanjikan bisa masuk lantaran ada penambahan rombongan belajar.

    “Pas dicek di Hp ternyata gak lolos,” katanya.

    Di tempat yang sama, Ketua Tim Advokasi Fendi Ariwijaya mengatakan, akan melakukan langkah-langkah hukum yaitu mulai dari audiensi atau bahkan melayangkan gugatan ke PTUN.

    “Seandainya kalau nanti dari pihak dinas terkait tidak melakukan atau tidak bisa menerima usulan. Maka upaya kami melakukan gugatan ke PTUN,” ucap Fendi.

    Fendi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dari masing-masing orang tua bahwa mereka semuanya sudah memenuhi syarat untuk pendaftaran masuk sekolah.

    “Berdasarkan informasi yang didapat, jumlah rombel di sekolah tersebut awalnya hanya delapan. Kemudian ada penambahan dua, sehingga jadi sepuluh rombel yang ada itu nantinya akan diisi oleh 288 murid. Jadi para orang tua ini sudah berupaya mengklarifikasi. Kenapa anaknya tidak bisa masuk ke sekolah itu. Namun tidak ada jawaban atau alasan dari pihak sekolah itu,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -