More

    Lima Pelajar Akan Gugat Dindik, Begini Kata Andika

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Lima pelajar Asal Pakuhaji, Kabupaten Tangerang akan menggugat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

    Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi mengaku akan secepatnya memanggil Plt Kadindik untuk dimintai keterangan atas tidak lolosnya kelima pelajar tersebut.

    “Terkait hal itu, nanti saya akan panggil Plt Kadindiknya,” ucap saat ditemui di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang Jum’at (14/8/2020) kemarin.

    Diberitakan sebelumnya, kelima pelajar tersebut, yaitu Gina, Lisna, Amanda, Iriansyah, dan Warningsih menggandeng Tim Advokasi Deni Ismail Pamungkas (DIP) dan Partners untuk menggugat Plt Kadindik.

    Alasanya, mereka gagal masuk sekolah dan ditolak SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang. Padahal, mereka mengklaim telah mengikuti mekanisme yang ditentukan.

    Gina salah satu pelajar mengatakan, sebelumnya siswi berprestasi tersebut mendaftar secara online di website PPDB 2020. Kemudian diarahkan untuk memilih jalur pendaftaran. Ada beberapa pilihan yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, dan jalur prestasi.

    “Saat memilih jalur sempat salah, harusnya jalur prestasi bukan zonasi. Tapi kalau untuk kriteria jarak udah memenuhi syarat tempat tinggal masih satu Kecamatan dengan sekolah tujuan,” katanya.

    Satu bulan kemudian, Gina mengaku mendapat pemberitahuan tidak lolos.
    Padahal, sambungnya, pihak sekolah menjanjikan bisa masuk lantaran ada penambahan rombongan belajar.

    “Pas dicek di Hp ternyata gak lolos,” katanya.

    Di tempat yang sama, Ketua Tim Advokasi Fendi Ariwijaya mengatakan, akan melakukan langkah-langkah hukum yaitu mulai dari audiensi atau bahkan melayangkan gugatan ke PTUN.

    “Seandainya kalau nanti dari pihak dinas terkait tidak melakukan atau tidak bisa menerima usulan. Maka upaya kami melakukan gugatan ke PTUN,” ucap Fendi.

    Fendi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dari masing-masing orang tua bahwa mereka semuanya sudah memenuhi syarat untuk pendaftaran masuk sekolah.

    “Berdasarkan informasi yang didapat, jumlah rombel di sekolah tersebut awalnya hanya delapan. Kemudian ada penambahan dua, sehingga jadi sepuluh rombel yang ada itu nantinya akan diisi oleh 288 murid. Jadi para orang tua ini sudah berupaya mengklarifikasi. Kenapa anaknya tidak bisa masuk ke sekolah itu. Namun tidak ada jawaban atau alasan dari pihak sekolah itu,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -