More

    75 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Pulau Tunda Masih Dijajah Kegelapan

    Must Read

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Setelah 75 tahun Indonesia merdeka. Belum semua warganya bisa menikmati kemerdekaan itu, salah satunya warga Pulau Tunda, Kabupaten Serang yang masih dijajah kegelapan.

    Hal itu yang membuat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Kabupaten Serang menggelar aksi refleksi HUT RI ke-75 tahun bertajuk ‘Pulau Tunda Dijajah Kegelapan’ di depan pendopo Bupati Serang pada Minggu malam sekitar pukul 00:00 WIB kemarin.

    Dalam aksi tersebut mereka mengkritisi atas permasalahan Pulau Tunda yang terus mengalami krisis listrik serta fasilitas kesehatan, pendidikan dan pencemaran limbah yang belum diatasi dengan serius oleh Pemkab Serang.

    Koordinator aksi M. Busaeri, mengatakan, di usia ke-75 tahun Indonesia Merdeka, masih ada daerah yang belum merasakan adanya pembangunan yang merata seperti Pulau Tunda yang terkesan dijajah kegelapan.

    “Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas kondisi Pulau Tunda yang belum merasakan kemerdekaan yang sebenarnya karena masih terjajah kegelapan,” ucapnya disela-sela aksi, Senin (17/8/2020)

    Menurutnya, saat ini Pulau Tunda telah memiliki dua jenis pembangkit listrik yakni Tenaga Diesel (PLTD) dan Tenaga Surya (PLTS) yang mampu mengaliri listrik selama 12 jam. Akan tetapi PLTD di Pulau Tunda sedang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa menerangi warga.

    “PLTD di Pulau Tunda sudah rusak beberapa bulan yang lalu. Mesin itu rusak karena usianya sudah tua. Nah PLTS hanya mampu mengaliri listrik sekitar 2 jam saja,” katanya.

    Sementara itu, Ketua HMTL Unbaja Furqon mengungkapkan, selain persoalan listrik, masyarakat Pulau Tunda juga sedang menghadapi krisis lingkungan melalui pencemaran akibat dari aktifitas pengeboran minyak Pertamina.

    “Pulau Tunda yang asri akhirnya tercemar oleh limbah pengeboran. Bukan hanya merusak keasrian alamnya, namun juga merusak ekosistem di sana. Karena ternyata, banyak hewan-hewan laut yang mati akibat limbah tersebut,” tegasnya.

    Sementara, Ketua Umum HMI MPO Cabang Serang, Diebaj Ghuroofie mendesak pemerintah yang memiliki kewenangan untuk dapat turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Pulau Tunda.

    “Kami mendesak agar pemerintah di seluruh tingkatan dapat segera turun tangan. Masyarakat Pulau Tunda berhak mendapatkan pendidikan yang layak, segera bangun SMA di sana, serta bangun fasilitas kesehatan, listrik dan terhindar dari pencemaran limbah,” terangnya.

    Berdasarkan pantauan di lapangan masa aksi melakukan pembakaran lilin, upacara bendera, serta tabur bunga sebagai bentuk simbolik matinya pemerintah karena tidak bisa menangani kondisi masyarakat Pulau Tunda. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -