More

    Sidak Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Ini Pesan Ketua DPRD Kota Serang

    Must Read

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Budi Rustandi melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMPN 1 Kota Serang pada hari pertama pelaksanaan sekolah tatap muka di Kota Serang, Selasa (18/8/2020).

    Pada Sidak itu, Budi berpesan kepada pihak sekolah untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan. Kemudian, sekolah juga harus mendapatkan izin dan persetujuan dari orang tua murid.

    “Saya ke SMPN 1 Kota Serang ingin mengecek persiapan dan kesiapan baik dari orang tua maupun dari muridnya, karena ini harus persetujuan orang tuanya karena kita tidak bisa memaksakan kalau setuju ya kita laksanakan itu dengan segala protokol kesehatan dan lainnya,” kata politisi Gerindra itu.

    Secara umum, ucap Budi, pelaksanaan sekolah tatap muka di hari pertama belum sepenuhnya siap. Meskipun, mayoritas dari orang tua murid memberikan izin anak-anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

    “Secara umum termasuk SD, SMP belum siap, cuman ini kan perdana yah karena banyak keinginan kemudian dinas dan sekolah mencoba mengakomodir keinginan masyarakat yang bisa dilihat dari 70 persen orang tua murid berkeinginan tatap muka dan 30 persen nggak,” ucapnya.

    Selanjutnya, ujar dia, selain pihak sekolah yang harus memperketat protokol kesehatan. Orang tua siswa juga harus ikut berpartisipasi dalam pencegahan Covid-19 terhadap anak-anaknya.

    “Intinya lebih diperketat lagi, bagaimana caranya kita lawan corona dengan segala ikhtiar kita dari pemerintah dan partisipasi masyarakatnya juga menjaga anaknya, sebelum masuk ke rumah membersihkan anaknya mencuci tangan dan lain, jadi jangan hanya di sekolah,”

    Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan pada Dindik Kota Serang, Zeka Bachdi menjelaskan sesuai dengan arahan Ketua DPRD Kota Serang pihaknya menyosialisasikan rapid test terhadap guru dan mewajibkan guru di sekolah untuk rapid test.

    “Intinya wajib kemudian tadi ketua Dewan mengatakan wajib guru rapid test, kita punya 7.200 guru nah ini wajib, kita coba bertahap untuk hari per hari bertahap mereka haru memiliki sertifikat lulus rapid tes,” ungkapnya.

    Tidak hanya itu, dikatakan Zeka, pihaknya juga akan mengsanksi bagia guru yang tidak mau di rapid test yaitu berupa menahan sertifikasi guru.

    “Sanksi terhadap guru yang tidak mau rapid test kita akan tahan sertifikasinya sampai dia mau rapid test, ditahannya sampai dia mau di rapid test. Kita akan kejar terus sampai dia mau rapid test,” tandasnya.

    Sementara itu, salah satu orang tua murid, Doni mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi sidak yang dilakukan Ketua DPRD Kota Serang ke sekolah, lantaran dengan itu pihak sekolah bisa lebih ketat lagi dalam menjalankan protokol kesehatan.

    “Sebenernya khawatir tidak khawatir karena jauh lebih efektif tatap muka, betul harus ada jaga jarak. Jadi tadi kata Ketua Dewan setiap hari harus disemprot juga ruang kelas,” ungkapnya. (Nahrul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -