More

    Kasus Dugaan Pengeroyokan Tak Ada Titik Temu, Mapolda Banten di Demo

    Must Read

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Imbas Corona, Perusahaan Kecil di Banten Capai Satu Juta

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah Industri besar dan sedang di Banten pada tahun 2020...

    Pemkot Serang Khawatir Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di BJB KCK Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah di tutup nya pelayanan pada Bank BJB KCK Banten, lantaran adanya klaster baru 83 pegawai dinyatakan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Puluhan mahasiswa dan keluarga korban dugaan kasus pengeroyokan terhadap remaja bernama penyandang disabilitas Anta, melakukan unjuk rasa di Mapolda Banten pada Senin (24/8/2020). Karena kasus tersebut tak kunjung mencapai titik temu.

    Pengacara korban Ade Sugiri mengatakan, dugaan kasus itu sudah berjalan lima bulan lalu, para pelaku pengeroyokan diduga warga Desa Sukajaya, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

    Karena hingga saat ini dugaan kasus tersebut tidak membuahkan hasil, mereka mempertanyakan kinerja dan profesional Polsek Cadasari yang menjadi tempat pelaporan. Mereka menilai, Polsek Cadasari lamban dalam menjalankan tugasnya.

    “Kami menanyakan hal itu saja, lantaran Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) baru diberikan setelah dua bulan saat pihak keluarga korban melapor,” kata Pengacara Anta, Ade Sugiri saat ditemui di lokasi, Senin (24/8/2020).

    Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa, Polsek Cadasari yang menangani kasus ini pun tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

    “Polsek Cadasari pun tidak profesional dalam menjalankan tugasnya hingga saat ini,” ujarnya.

    Pihaknya pun meminta kepada Polda Banten agar segera turun tangan menangani kasus tersebut, dengan harapan dapat menemukan siapa pelaku pengeroyokan terhadap Anta.

    Diberitakan sebelumnya, seorang remaja penyandang disabilitas, Anta yang merupakan warga asal Kampung Sanding, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh warga di Desa Sukajaya, Kabupaten Pandeglang.

    Anta dihakimi oleh warga, lantaran dicurigai sebagai seorang maling. Namun, ternyata Anta merupakan remaja penyandang disabilitas dengan kategori Down Syndrome. (RL)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -