More

    Dindikbud Kota Serang Didemo, Kepala Dinas Didesak Mundur

    Must Read

    Waspada! Empat Daerah di Banten Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    SERANG/POSPUBLIK. CO – Kepal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Wasis Dewanto dituntut mundur dari jabatannya, lantaran dinilai bermain-main dalam mengeluarkan kebijakan.

    Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang Samsul Bahri, saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Dindikbud Kota Serang, Rabu (26/8/2020).

    Ia mengatakan, Dinas Pendidikan hingga saat ini seperti bermain-main dalam melakukan kebijakannya. Seperti menerapkan kembali tatap muka disaat pandemi Covid-19, padahal kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang terus bertambah.

    Namun, hal itu tidak menjadi acuan bagi Dindik selaku leading sektor dalam menangani pendidikan. Sehingga, kebijakan itu hanya bertahan dua hari saja.

    Selain itu, pihaknya menyoroti berbagai permasalahan pendidikan di Kota Serang, seperti penerapan belajar daring yang masih terkendala adanya daerah di Kota Serang tidak bisa terjangkau oleh sinyal. Sehingga, hal itu menjadi hambatan bagi para siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

    “Terutama daring dibeberapa titik masih tidak ada sinyal, seharusnya Dindik Kota Serang harus menjamin dan bertanggungjawab agar terlaksana dengan baik,” ujarnya.

    Selain daring, ada juga sekolah yang menerapkan sistem Luar Jaringan (Luring). Namun hal itu menjadi pemanfaatan guru yang dituding oleh pihaknya melakukan pungli, yaitu siswa harus membayar fotocopy sebesar Rp 5.000 ribu per tugasnya.

    “Luring dua sekolah yang ada di Kecamatan Taktakan, dan Kecamatan Curug, ada beberapa oknum guru yang meminta untuk mengganti bayar fotocopy untuk tugas, ini kan jelas ada anggaran dana bos bisa digunakan untuk itu, tapi kenapa masih ada soal pungutan tentang itu,” katanya.

    Pihaknya pun secara tegas meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang untuk mundur dari jabatannya, apabila tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

    “Kalau memang Kepala Dinas Pendidikan tidak serius bekerja ya kami meminta turun saja, buat apa tidak bisa menyelesaikan masalah di Kota Serang,” tukasnya. (RL)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Jadi Tempat Esek-Esek, Pemkot Serang Bakal Sulap Kepandean

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kerap dijadikan tempat esek-esek, Pasar Kepandean direncanakan bakal di tata ulang atau dijadikan tempat terbuka hijau pada...

    Puluhan Sekolah di Kota Serang Dikategorikan Belum Ramah Anak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan sekolah SMP di Kota Serang masih di dikategorikan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pasalnya, masih banyak syarat-syarat yang belum terpenuhi dari sekolah...

    FPUIB di Polisikan, Advokat: Ada Orang Yang Benci Islam

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H didampingi kuasa hukum dari Banten Lawyers Club (BLC) melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada acara Apel...

    Diduga Deklarasi Damai Langgar Prokes, FPUIB di Polisikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pada acara Apel Akbar deklarasi damai yang digelar oleh Forum Persaudaraan...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5 miliar. Demikian hal tersebut di...
    - Advertisement -
    - Advertisement -