More

    Dinilai Elitis, Lagu ‘Ayo Kita Bangkit Lawan Covid-19’ Menuai Kritik

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Lagu ‘Ayo Kita Bangkit Lawan Covid-19’ yang dirilis Gubernur Banten menuai kritik. Pasalnya, gaya kampanye melalui lagu dinilai terkesan elitis yang kontradiktif dengan kondisi objektif masyarakat Banten.

    Hal itu disampaikan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banten Aliga Abdilah. Menurutnya, membangkitkan semangat perlawanan melalui lagu sangat tidak sesuai ditengah situasi masyarakat saat ini.

    “Boleh lah kita punya semangat untuk melawan Covid-19, tapi tidak juga melawan corona dengan sebuah lagu kan begitu menjadi hal yang lucu,” ucap Aligas saat dikonfirmasi lewat sambungan seluler pada Rabu (26/8/2020).

    Menurut Aliga, Gaya WH tidak mencerminkan sosok pemimpin yang seharusnya merancang konsep besar untuk mengurai masalah di masa Covid-19. Tak hanya kesehatan, melainkan sektor ekonomi kerakyatan saat ini dalam kondisi terpuruk.

    “Kalau kita lihat lagu itu sebetulnya kontradiktif, nah itu hanya bentuk riang gembiraan saja, bergembira di atas penderitaan rakyat,” katanya.

    Berkaca pada intruksi pemerintah pusat, Lanjut Aliga, peran vital kepala daerah harus menekan dampak ekonomi akibat Covid-19. “Dalam intruksi presiden bicara bahwa setiap kepala daerah harus pandai dalam menarik pedal gas dan menekan rem, satu sisi kesehatan harus tetap dijaga namun ekonomi harus tetap digenjot,” ungkapnya.

    Aliga mengungkapkan, Indonesia sedang berada di gerbang resesi karena pada triwulan ke II minus diangka 5, 3 persen. Dengan begitu, jika Indonesia mencatat penurunan pada triwulan ke III, bangsa ini akan resmi mengalami Resesi.

    “Nah apa yang seharusnya dilakukan Pemprov Banten segera menekan percepatan belanja domestik,” ujarnya.

    Sebab, ucap Aliga, Resesi bisa terjadi lantaran kombinasi faktor domestik seperti melemahnya permintaan masyarakat karena masih terjadi PSBB.

    “Nah salah satu upaya yang disarankan pemerintah pusat kan mendorong penggunaan belanja daerah agar konsumsi domestik bisa meningkat, nah posisi itu belum kita lihat,” terangnya.

    “Artinya dalam posisi ini kita masih belum bisa melihat keseriusan yg dilakukan provinsi banten dalam melawan covid sesuai dengan pengarahan presiden dimana serapan APBD Provinsi Banten baru diangka sekitar 37 persen, perbandingan ini jauh di atas pemprov DKI yang sudah di atas 40 persen dan juga jauh dengan NTB,” tambahnya.

    Aliga berharap, Gubernur Banten dapat mengambil langkah konkrit untuk memulihkan kondisi perekonomian rakyat.

    “Dalam kondisi ini sesegera mungkin ambil kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi rakyat,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -