More

    Didesak IPNU, Syafrudin Pertimbangkan Mengganti Kepala Dindikbud

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Wali Kota Serang Syafrudin menyatakan, akan mempertimbangkan dan mengkaji tuntutan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang yang meminta mencopot Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto.

    Hal itu menyusul adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan IPNU Kota Serang pada Rabu (26/8) lalu.

    “Terkait tuntutan teman-teman IPNU untuk mengganti Kepala Dindikbud Kota Serang, akan kami kaji terlebih dahulu. Kalau yang lain nanti akan kami optimalkan, untuk mengganti nanti kami kaji dulu,” ujar Walikota Serang saat dikonfirmasi awak media, Kamis (27/8/2020).

    Selain itu, Syafrudin juga menanggapi tuntutan dari mahasiswa terkait permasalahan pemerataan sinyal, pihaknya mengaku ada dua kelurahan di Kota Serang yang masih belum terjangkau oleh sinyal.

    “Pemerataan sinyal itu memang kalau tidak salah ada dua kelurahan yang tidak terjangkau sinyal, yaitu Cibendung dan Sukajaya. Kalau itu kami akan mengusahakan pada 2021 mendatang,” katanya.

    Menurutnya, tidak ada yang bisa mengetahui kapan berakhirnya pandemi Covid-19. Atas hal tersebut, optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring harus segera dilakukan, utamanya masalah sinyal.

    “Itu akan kami lengkapi, akan kami perbaiki kalau tidak ada sinyal. Nanti insyaAllah akan kami carikan solusinya dengan Diskominfo Kota Serang,” ucap Syafrudin.

    Diketahui, beberapa hari yang lalu Pemkot Serang sempat menerapkan KBM secara tatap muka, namun hal itu hanya bertahan dua hari saja, lantaran Kota Serang kembali menjadi zona oranye, beriringan dengan bertambahnya kasus terkonfirmasi Covid-19.

    “Kan sebenarnya kemarin juga sudah boleh KBM tatap muka. Tapi memang masih beresiko, saat ini sedang dipertimbangkan. Kota Serang juga harus masuk zona hijau atau kuning agar dapat melangsungkan KBM tatap muka,” tukasnya. (RL)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -