More

    Geruduk Kejati, Mahasiswa Pajang Poto Kalender Tatu

    Must Read

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    SERANG/POSPUBPIK.CO – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam ‘Barisan Mahasiswa Menggugat’ menggeruduk gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kota Serang, Kamis (27/8/2020).

    Pada aksi itu, mahasiswa menggelar aksi teatrikal dengan memajang poto Ratu Tatu Chasanah sebagai percontohan dugaan kasus Korupsi. Teatrikal itu juga sebagai bentuk simbolis atas matinya Kejati yang tidak mampu menyelesaikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 100 ambulans desa 2018 dan kalender 2019 yang diduga dimotori Bupati Serang.

    “Kita lihat beberapa tahun kebelakang ini penanganan kasus korupsi sangat rendah mengakibatkan kepercayaan masyarakat kepada Kejati semakin menurun,” ucap koordinator aksi, Ilham Fauzi kepada awak media.

    Menurut dia, dugaan kasus korupsi yang menjerat Ratu Tatu Chasanah selalu lolos dari Kejati. Padahal, kasus tersebut harusnya dijadikan dasar untuk mengungkap skandal besar korupsi di Banten.

    “Ini kan sudah menjadi masalah besar bagi kejaksaan kalau mereka mau berifikir,” tegasnya.

    Tak hanya itu, kata dia, puluhan perkara korupsi yang sedang ditangani Kejati berakhir nihil alias tidak jelas, sehingga perlu dicurigai ada permainan di internal Kejati sendiri.

    “Kami mencatat ada 8 perkara yang sudah masuk dan sudah ditangani kejati, tapi kan tidak ada perkembangan yang signifikan,” katanya.

    “Kami tidak bisa diam seperti ini, jika Kejati tidak memperoses siapa lagi yang kami percaya,” tambahnya.

    Akibat tidak transparanya penanangan Kejati, ujar Ilham, kepercayaan masyarakat akan semakin rentan. Dengan begitu, eksistensi Kejati akan tenggelam di Tanah Jawara.

    Kedepannya, Kata Ilham, apapun bentuk kegiatan yang digelar Kejati justru masyarakat tidak akan percaya karena sudah tahu kebobrokan Kejati.

    “Harus disadari oleh Kejati bahwa masyarakat lebih memilih KPK sebagai tempat pengaduan, ini kejaksaan harus berfikir karena kan masyarakat sudah tidak percaya lagi,” tandasnya.

    Ilham pun meminta kepada Kejati Banten untuk serius dalam menangani kasus korupsi di Banten. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -