More

    Galian C Disoal, Begini Kata Pemkab Serang

    Must Read

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    PSBB Banten Kembali Diperpanjang hingga Desember 2020

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten kembali diperpanjang selama satu bulan penuh. Keputusan tersebut tertuang dalam...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Maraknya aktivitas pengerukan tanah alias galian C di Kabupaten Serang disoal warga. Pasalnya, baru-baru ini warga Sanding, Kecamatan Petir melakukan aksi penolakan galian C serta menuntut pemerintah untuk mencabut seluruh izin perusahaan.

    Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengaku, meski tak memiliki kewenangan untuk mencabut izin operasional perusahaan. Namun, pihaknya akan mengevaluasi perusahaan sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Pemkab Serang.

    “Yang mengeluarkan izin galian C bukan di kita (Pemkab Serang) itu provinsi, tapi kita tidak akan berikan rekomendasi kepada pemohon-pemohon galian C yang memang berdampak bagi masyarakat, kan rekomendasinya di kita (Pemkab Serang),” ucapnya kepada awak media saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Senin (31/8/2020)

    Pandji menyebut, penerbitan izin dokumen amdal harus betul-betul memuat seluruh aspek lingkungan serta kemanfaatan bagi warga sekitar, jika tidak, menurutnya perusahaan tidak berhak untuk mengoperasionalkan perusahaanya tersebut.

    “Pengambilan tanah itu harus dikaji dulu amdalnya, di amdal nanti diukur mudharat dengan manfaatnya, kalau mudharat lebih besar melalui hasil studi amdal itu perusahaan tidak boleh berlanjut,” terangnya.

    Sejauh ini, kata Pandji, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan galian C cukup besar sehingga perlu dikaji ulang awal perencanaan perizinannya, tak hanya itu, menurutnya kontribusi galian C terhadap pendapatan daerah pun tidak terlalu besar justru lebih besar dampaknya.

    “Nah kalau kita itung-itung pendapatan daerah dengan kerusakan lingkungan tidak berbanding lurus, tapi prinsipnya kita tidak bicara tentang PAD, berapapun besaran PAD kalau ternyata kerugian lingkungannya lebih besar kita akan tolak itu,” jelasnya.

    Pandji mengungkapkan, pemkab dilematis karena terkadang masyarakat lokal ikut andil untuk memuluskan operasional perusahaan. “Kalau dampaknya menimbulkan banjir longsor itu kita tidak akan rekomendasi tapi kan terkadang kita tidak tahu ujung-ujungnya sudah keluar aja izinnya,” tegasnya.

    “Kembali lagi ke orang-orang lokal, keluarnya izin itu kan diback up juga oleh orang lokal, masalahnya mereka yang memback up nya,” tuturnya.

    Sementara itu, Wakil ketua komisi I DPRD Kabupaten Serang, Abdul Kholiq menegaskan apabila perusahaan tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat pada saat pendirian perlu diberikan sanksi.

    “Kalau ada yang melanggar kesepakatan, itu ada ketentuan lain. Jadi harus mengikuti kesepakatan,” tegasnya.

    Kedepannya, dikatakan Kholik, masyarakat Desa Sanding harus menjaga kondusifitas serta tidak menghalang-halangi perusahaan sepanjang kegiatan usaha sudah menempuh ketentuan yang berlaku.

    “Karena ini bermanfaat untuk masyarakat Desa Sanding juga. Pada prinsipnya, Pemkab Serang menginginkan investasi nyaman, masyarakat tentram,” tutupnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -