More

    Tolak Geothermal, Ratusan Warga Padarincang Kembali Gelar Istigosah

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan Warga Padarincang, Kabupaten Serang kembali menggelar istigosah dan mimbar bebas terkait penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau Megaproyek Geothermal.

    Penolakan warga terhadap pembangunan PLTPB itu sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Berbagai cara pun dilakukan, bahkan warga sempat melakukan aksi jalan kaki ke Kementerian Energi Sumber dan Daya Mineral (KESDM) di Jakarta. Namun, hingga kini pemerintah pusat belum mencabut izin perusahaan tersebut.

    Salah seorang warga Sopian mengungkapkan, aksi kali ini dilakukan karena warga sempat mendapat informasi bahwa perusahaan akan mengoperasionalkan kembali alat-alat berat. Sehingga warga bergerak cepat untuk menolak rencana tersebut.

    “Kami tetap konsisten menyatakan untuk kesekian kalinya tidak ada negosiasi apapun itu untuk proyek geothernal,” ucapnya kepada awak media saat dikonfirmasi pada senin (31/8/2020).

    Menurut Sopian, perjuangan warga yang sudah bertahun-tahun itu karena, melalui kajian secara akademis dan teoritis geothermal banyak mudharatnya. Hal iti disebabkan lokasi perusahaan tepat ada di kawasan perkampungan warga.

    Sopian menambahkan, masyarakat tidak akan memberikan ruang sedikitpun kepada perusahaan untuk meneruskan ke tahapan eksploitasi. Jika perusahaan tetap memaksa, maka jangan salahkan masyarakat akan menggunakan tindakan-tindakan lain agar perusahaan hengkang.

    “Pokoknya tolak geothermal, sudah harga mati bagi kami untuk menolak proyek geothermal,” terangnya.

    Sopian menegaskan, tanah yang jadi lokasi perusahaan merupakan warisan leluhur untuk tetap dijaga kelestariannya. Dengan begitu, warga akan terus gigih dalam memperjuangkan tanah kelahirannya itu.

    “Ini warisan leluhur apapun konsekuensinya kami harus menjaga alam agar tidak ada yang merusak,” tandas Sopian. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -