More

    Dewan Ini Sebut Pencemaran Lingkungan Wajar

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Khaerudin menyebut, pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari pengerukan tanah atau galian C di Bojonegara masih berada dalam batas wajar. Karena, hal itu menjadi syarat kemajuan suatu daerah.

    “Kemajuan suatu daerah itu pasti dampak negatifnya bising, berdebu itu semua untuk kemajuan suatu daerah, jadi kalau daerahnya aman, tenang berarti kan bukan maju,” ucapnya kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya DPRD Kabupaten Serang, selasa (1/9/2020).

    Tak hanya itu, ditegaskan Khaerudin bahwa munculnya beberapa pabrik pun harus didukung untuk menggenjot sektor perekonomian masyarakat. Alasannya, dengan pabrik pengangguran dapat teratasi.

    “Adanya pabrik memberikan sumbangsih terhadap tega kerja, apalagi saat ini kan kesulitan. Artinya roda perekonomian bisa digerakkan lewat perusahaan-perusahaan yang ada disitu (Bojonegara) jadi, bukan karyawannya saja pedagangnya pun juga bisa berjalan,” katanya.

    Khaerudin mengakui, ada kelompok yang tidak mengindahkan perusahaan karena dianggap menimbulkan pencemaran lingkungan, menurutnya masyarakat harus paham bahwa konsekuensi lingkungan pasti ada tapi wajar karena terjadi di kawasan industri.

    “Jadi, untuk sementara ini Bojonegara-Pulaoampel masih aman,” ujarnya.

    Sejauh ini, sambung dia, penyerapan tenaga kerja lokal di Bojonegara mencapai 60 persen. Sehingga nilai ekonomis masyarakat semakin tinggi.

    “Tenaga kerja 60 persennya dari lokal, sedangkan 40 persen dari luar, yang dari luar itu hanya tenaga-tenaga ahli saja, untuk tenaga kasar, non skil itu ya dari pribumi yang diutamakan,” ungkapnya.

    Disinggung soal data kemiskinan, Khaerudin kembali menegaskan bahwa kemiskinan masyarakat Bojonegara sekarang sudah berkurang.

    “kita lihat ril dari sandang, pangan dan papan kalau disana rata-rata ya masyarakatnya berpenghuni rumahnya cukup bagus, tidak ada yang dibawah rata-rata semua sama karena mereka hampir semuanya bekerja dipabrik,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -