More

    Minta Kenaikan Gaji, Pamdal Geruduk DPRD Banten

    Must Read

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sejumlah Pengamanan Dalam (Pamdal) di lingkungan Provinsi Banten yang tergabung dalam persatuan pengamanan dalam indonesia (Prada) menggeruduk DPRD Banten, Selasa (1/9/2020). Mereka menuntut kenaikan gaji sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) Kota Serang senilai Rp 3,8 Juta.

    Ketua Prada Asep Bima mengungkapkan, ditengah pandemi Covid-19 upah kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih Pemprov Banten tidak pernah memperhatikan kesejahteraan Pamdal.

    “Kami kerja 12 jam gaji kami hanya Rp 2,1 juta dan sangat jauh sekali dengan UMK Kota Serang senilai Rp 3,8 juta, padahal Kami masuk teritorial kota serang,” ucapnya kepada awak media.

    Asep mengakui, dalam pinjaman utang Pemprov Banten ke PT SMI senilai Rp 4,1 triliun tidak sedikitpun diperuntukan untuk kesejahteraan pamdal sehingga Pemprov Banten terkesan tebang pilih.

    “Pada anggaran pinjaman Rp4,1 triliun itu kami tidak kebagian,” ungkapnya.

    Saat ini, ujar Asep, pekerja pamdal kurang lebih ada sekitar 989 anggota yang tersebar di 42 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara, menurutnya usia kerja pamdal rata sudah puluhan tahun.

    “Kerja Kita berpariatif ada yang 15 tahun ada juga yang 12 Tahun, bahkan ada yang 20 tahun dengan penghasilan Rp2,1 juta,” terangnya.

    Asep pun berharap tuntutannya dapat terpenuhi agar kesejahteraan dirasakan dengan adil. “Tuntutan kami sudah diakomodir dan langsung akan dibawa ke TAPD, kita berdo’a saja mudah-mudahan terealisasi di APBD tahun 2021,” kata Asep.

    Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Banten Asep Hidayat mengaku, sangat prihatin dengan kondisi pamdal. Dalam waktu cepat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten untuk mengusulkan pengajuan penyesuaian upah pamdal pada APBD 2021.

    “Harapan kami eksekutif bisa memikirkan nasib mereka (Pamdal) karena sekarang ini selain inflasi tinggi yang menjadikan barang-barang dan kebutuhan logistik khususnya sembako itu naik dengan gaji Rp 2,1 juta tidak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Asep.

    Dalam kondisi sekarang, sambung Asep, pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan kehidupan sosial masyarakat. “Bukan hanya mereka ketakutan tertular Covid-19, tapi yang utama adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,”sambungnya.

    “Semoga kedepan kita semua konsentrasi memikirkan nasib mereka yang sulit untuk memperoleh kesejahteraan,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -