More

    Orang Kaya Tak Pakai Masker Langsung Didenda Rp100 Ribu

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini mulai melakukan sosialisasi wajib pakai masker terhadap masyarakat, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Untuk yang melanggar akan diberikan sanksi mulai dari teguran, melakukan kerja sosial hingga denda sebesar Rp100 ribu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

    Kasat Pol-PP Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, sosialisasi wajib pakai masker merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 38 tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Serang (Perwal) nomor 20 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

    “Kami usahakan teguran dan sanksi sosial seperti nyanyi atau nyapu agar ada rasa malu, keinginan memakai masker. Masyarakat harus digalakan menjalankan protokol kesehatan,” katanya saat ditemui di Terminal Pakupatan, Selasa (1/9/2020).

    Kusna menjelaskan, setiap pelanggar akan dilakukan pendataan terlebih dahulu. Namun apabila dikemudian hari ditemukan melanggar kembali, maka akan didenda sebesar Rp100 ribu.

    Tetapi sanksi teguran, kata Kusna, tidak berlaku bagi orang kaya. Seharusnya, kata dia, orang kaya dapat menjadi contoh bagi warga yang kurang mampu. Maka sanksi denda Rp100 ribu akan tetap dilakukan kepada orang kaya, meskipun hanya melanggar satu kali.

    “Kalau disini (Terminal) ditegur dulu, kecuali di mal ya. Kalau orang kaya langsung didenda saja. Karena mereka harus memberi contoh, apalagi yang berpendidikan,” tegasnya.

    Untuk sejauh ini, Kusna mengaku masih menemukan banyak marga yang tidak memakai masker saat melakukan operasi. Alasan klasik selalu dilontarkan untuk menghindari teguran petugas.

    “Masih ada saja warga yang tidak memakai masker. Kebanyakan lupa, ribet dan engap. Selain itu nggak ada, karena harga masker sudah murah,” tukasnya. (RL)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -