More

    Orang Kaya Tak Pakai Masker Langsung Didenda Rp100 Ribu

    Must Read

    558 Personil Polres Serang Diterjunkan Amankan Pilkada

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang, Polres Serang akan persiapkan pengamanan mulai dari pendistribusian logistik, surat...

    Puluhan Sekolah di Kota Serang Dikategorikan Belum Ramah Anak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan sekolah SMP di Kota Serang masih di dikategorikan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pasalnya, masih banyak syarat-syarat...

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini mulai melakukan sosialisasi wajib pakai masker terhadap masyarakat, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Untuk yang melanggar akan diberikan sanksi mulai dari teguran, melakukan kerja sosial hingga denda sebesar Rp100 ribu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

    Kasat Pol-PP Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, sosialisasi wajib pakai masker merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 38 tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Serang (Perwal) nomor 20 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

    “Kami usahakan teguran dan sanksi sosial seperti nyanyi atau nyapu agar ada rasa malu, keinginan memakai masker. Masyarakat harus digalakan menjalankan protokol kesehatan,” katanya saat ditemui di Terminal Pakupatan, Selasa (1/9/2020).

    Kusna menjelaskan, setiap pelanggar akan dilakukan pendataan terlebih dahulu. Namun apabila dikemudian hari ditemukan melanggar kembali, maka akan didenda sebesar Rp100 ribu.

    Tetapi sanksi teguran, kata Kusna, tidak berlaku bagi orang kaya. Seharusnya, kata dia, orang kaya dapat menjadi contoh bagi warga yang kurang mampu. Maka sanksi denda Rp100 ribu akan tetap dilakukan kepada orang kaya, meskipun hanya melanggar satu kali.

    “Kalau disini (Terminal) ditegur dulu, kecuali di mal ya. Kalau orang kaya langsung didenda saja. Karena mereka harus memberi contoh, apalagi yang berpendidikan,” tegasnya.

    Untuk sejauh ini, Kusna mengaku masih menemukan banyak marga yang tidak memakai masker saat melakukan operasi. Alasan klasik selalu dilontarkan untuk menghindari teguran petugas.

    “Masih ada saja warga yang tidak memakai masker. Kebanyakan lupa, ribet dan engap. Selain itu nggak ada, karena harga masker sudah murah,” tukasnya. (RL)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -