More

    Akademisi Untirta Tuding Pinjaman PEN Pemprov Banten Sesatkan Masyarakat

    Must Read

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Sebut Gubernur WH Tak Pro Pekerja, Buruh Puji Kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan buruh yang terdiri dari berbagai elmen serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di halaman pendopo Gubernur Banten,...

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Ikhsan Ahmad menuding, argumentasi Sekda Banten terkait penggunaan anggaran dana pinjaman dari PT. SMI tahap pertama sebesar Rp 856 miliar lebih dari total pinjaman Rp 4,1 triliun menyentuh masyarakat merupakan sesuatu yang menyesatkan.

    Anggaran pinjaman pusat kepada Pemprov Banten pada APBD Perubahan 2020, kata dia, bertujuan untuk memoles percepatan RPJMD Provinsi Banten. Dengan begitu, upaya percepatan dan pemulihan ekonomi masyarakat Banten terkesan terkatung-katung.

    Ikhsan mencontohkan, seperti pada infrastruktur jalan dan jembatan di Ciberang yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu sebelum pandemi Covid-19 mewabah, akibatnya ekonomi rakyat tidak bergerak, namun tiba-tiba Pemprov Banten berencana akan membangun kembali jembatan tersebut dari pinjaman pusat. Seharusnya, kata Ihksan, perbaikan jembatan rusak tersebut masuk ke dalam dana APBD murni Provinsi Banten.

    Selanjutnya, ditegaskan Ikhsan, masuknya anggaran pembanguan sport center kedalam program PEN tidak mendasar. Alasanya, pembangunan sport center sudah beberapa kali melakukan proses lelang sejak awal tahun 2020, dan beberapa kali gagal lelang.

    “Sejak mulai di lelang seharusnya tidak masuk kedalam PEN, karena posisi lelang sebelum pandemi Covid-19.” Katanya kepada awak media, saat dikonfirmasi lewat seluller, Jum’at (4/9/2020).

    Tak hanya itu, Ikhsan menduga Sekda Banten kurang memahami PEN. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2020 pasal 1 ayat (1), Program PEN adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional yang merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional.

    “Pinjaman Rp 856 miliar seolah-olah benar memasukan dana pinjaman kedalam program PEN, ternyata untuk membiayai anggaran Pemprov Banten,” ungkapnya.

    “Artinya, bahwa dana pinjaman Rp 856 miliar digunakan karena Provinsi Banten tidak mampu membayar pekerjaan-pekerjaan yang sudah di lelangkan.” Tambahnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya menilai Pemprov Banten dalam penyusunan alokasi PEN terkesan tidak karuan.

    “Sehingga sangat ambyar sekali membuat benang merah pemulihan ekonomi tanpa melihat realita. Sekda Banten (Al Muktabar,red) janganlah membodohi masyarakat dengan retorika,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -