More

    Pengelola PIR Dinilai Kurang Profesional

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Imbas Corona, Perusahaan Kecil di Banten Capai Satu Juta

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah Industri besar dan sedang di Banten pada tahun 2020...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    SERANG/POSPUBLIK. CO – Anggota DPRD Provinsi Banten, Furtasan Ali Yusuf menilai bahwa pengelola PIR saat ini masih kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. Padahal, Kota Serang sudah beberapa kali berganti Walikota, namun persoalan PIR masih tak kunjung selesai.

    Hal itu disampaikan Furtasan dalam menanggapi adanya dugaan kebocoran pendapatan di PIR.

    “Ini walikota sudah berganti beberapa kali, namun persoalan tidak selesai-selesai. Sebenarnya kuncinya adalah ketegasan dari pemerintah. Karena memang ini pasar dikelola oleh pihak ketiga, yang saya katakan mereka kurang profesional,” kata Furtsan dikonfirmasi awak media, Jumat (4/9/2020).

    Furtasan yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang menyampaikan, sudah mengetahui permasalah PIR yang sejak dulu tak kunjung selesai itu.

    “Ada MoU antara pengembang dan pemerintah. Jadi pemerintah itu mendapatkan pajak. Tapi masa pemerintah hanya mendapatkan pendapatan Rp15 juta saja. Artinya memang pengelola itu tidak profesional,” tukasnya.

    Sementara itu, Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana akan mengadakan pertemuan antara PT Pesona Banten Persada bersama Forkopimda.

    “Kalau tidak salah untuk menyikapi pasar Rau itu Asda I dan Asda II sedang mengatur pertemuan antara pengelola dengan Forkopimda. Secepatnya nanti akan dilakukan,” ujar Subadri.

    Subadri menuturkan, tidak menutup kemungkinan memang ada permasalahan yang terjadi dalam pengelolaannya. Selain itu juga dengan adanya dugaan kebocoran pendapatan.

    “Untuk ganti pihak ketiga itu nanti, tidak bisa ujug-ujug untuk menggantinya. Kalau untuk pembentukan BUMD agar bisa mengelola Rau, itu Perdanya baru usulan dari dewan. Saya juga tidak bisa menilai benar tidak ada kebocoran, karena itu harus dari pihak keuangan,” katanya.

    Ia menjelaskan, untuk melihat kinerja dari pengelola PIR, bisa dilihat hat dari jumlah pendapatan yang disetorkan kepada Pemkot Serang.

    “Yah teman-teman bisa hitung. Dari target sekian, yang baru masuk (pendapatannya) sekian. Lebih banyak mudarat ataupun manfaatnya. Kalau positif yah tidak diganti,” tegasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190 miliar dengan target Rp220 miliar....

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...
    - Advertisement -
    - Advertisement -