More

    Pengelola PIR Dinilai Kurang Profesional

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK. CO – Anggota DPRD Provinsi Banten, Furtasan Ali Yusuf menilai bahwa pengelola PIR saat ini masih kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. Padahal, Kota Serang sudah beberapa kali berganti Walikota, namun persoalan PIR masih tak kunjung selesai.

    Hal itu disampaikan Furtasan dalam menanggapi adanya dugaan kebocoran pendapatan di PIR.

    “Ini walikota sudah berganti beberapa kali, namun persoalan tidak selesai-selesai. Sebenarnya kuncinya adalah ketegasan dari pemerintah. Karena memang ini pasar dikelola oleh pihak ketiga, yang saya katakan mereka kurang profesional,” kata Furtsan dikonfirmasi awak media, Jumat (4/9/2020).

    Furtasan yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang menyampaikan, sudah mengetahui permasalah PIR yang sejak dulu tak kunjung selesai itu.

    “Ada MoU antara pengembang dan pemerintah. Jadi pemerintah itu mendapatkan pajak. Tapi masa pemerintah hanya mendapatkan pendapatan Rp15 juta saja. Artinya memang pengelola itu tidak profesional,” tukasnya.

    Sementara itu, Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana akan mengadakan pertemuan antara PT Pesona Banten Persada bersama Forkopimda.

    “Kalau tidak salah untuk menyikapi pasar Rau itu Asda I dan Asda II sedang mengatur pertemuan antara pengelola dengan Forkopimda. Secepatnya nanti akan dilakukan,” ujar Subadri.

    Subadri menuturkan, tidak menutup kemungkinan memang ada permasalahan yang terjadi dalam pengelolaannya. Selain itu juga dengan adanya dugaan kebocoran pendapatan.

    “Untuk ganti pihak ketiga itu nanti, tidak bisa ujug-ujug untuk menggantinya. Kalau untuk pembentukan BUMD agar bisa mengelola Rau, itu Perdanya baru usulan dari dewan. Saya juga tidak bisa menilai benar tidak ada kebocoran, karena itu harus dari pihak keuangan,” katanya.

    Ia menjelaskan, untuk melihat kinerja dari pengelola PIR, bisa dilihat hat dari jumlah pendapatan yang disetorkan kepada Pemkot Serang.

    “Yah teman-teman bisa hitung. Dari target sekian, yang baru masuk (pendapatannya) sekian. Lebih banyak mudarat ataupun manfaatnya. Kalau positif yah tidak diganti,” tegasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -