More

    Rotasi Mutasi Kepsek di Banten Dinilai Langgar Aturan

    Must Read

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerhati Pendidikan Ojat Sudrajat menduga proses rotasi mutasi kepala Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) di Provinsi Banten tidak sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

    Kata Ojat, salah satu alasan yang disampaikan Pemprov adalah karena banyak kepala sekolah yang telah menjabat lebih dari 4 tahun sehingga harus dilakukan rotasi mutasi sebagaimana ketentuan pasal 12 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2020

    “Apakah alasan kepala sekolah banyak yang sudah menjabat lebih dari 4 tahun benar?, ini menarik untuk diuji,” ucap ojat kepada awak media saat dikonfirmasi lewa seluler pada kamis, (3/9/2020).

    Ojat menegaskan aturan dasar yang digulirkan pemprov bertolak belakang dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian (Perka BKN) Nomor 1 Tahun 2016.

    “Apakah Mutasi, Rotasi juga sudah sesuai PP (Peraturan Presiden) nomor 11 Tahun 2017 khususnya pasal 36 terkait penyusunan dan penetapan kebutuhan, pangkat dan jabatan, pengembangan karir, Pola karir, promosi, mutasi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, penghargaan ,disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, dan perlindungan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Komarudin mengaku proses rotasi mutasi kepala sekolah sudah sesuai peraturan perundang-undangan.

    “Saya pastikan tidak ada (kejanggalan,red) Makanya sampaikan yang mana yang tidak sesuai aturan? Apa,? Sampaikan kepada saya,” tegasnya.

    Dia menyebut, untuk syarat pengabdian atau masa jabatan guru sudah terpenuhi semua, sementara untuk waktu ketentuan delapan tahun terkadang masih sering terjadi, Sebab, tidak mungkin pelaksanaan rotasi, mutasi tahap sekarang (kemarin itu) bisa terakomodir secara keseluruhan karena terdapat pada 250 sekolah.

    “Jadi, kalau ada masa jabatannya mungkin lebih dari delapan tahun itu nanti giliran berikutnya. Karena sampai Desember ini masih ada yang kosong, karena pensiun dan itu akan kita isi,” ungkapnya.

    Jika ada kepala sekolah masih menjabat lebih dari delapan tahun. Sambung komarudin, akan dilakukan pada tahap rotasi, mutasi yang akan datang. “Misalnya, ada yang kepala sekolahnya lebih dari delapan tahun. Kita masih ada. Tapi sebagian besar sudah kita lakukan pergeseran. Nah, kalau yang belum nanti diberikutnya” terangnya.

    Tujuan rotasi mutasi, ujar Komarudin merupakan bentuk untuk memperkuat posisi sekolah atau meningkatkan kinerja di Dinas Pendidikan. Karena itu, menjadi prioritas Gubernur Banten dan merespon aspirasi masyarakat.

    “Itu sudah kita lakukan pengisian. Dalam prosesnya kita sudah mengikuti aturan. Misalkan mereka persyaratannya harus tes, diklat dan itu sudah dipenuhi semua termasuk persyaratan yang lain-lainnya,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -