More

    DLH Banten Klaim Pencemaran Lingkungan di Cilegon Berkategori Kecil

    Must Read

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten Eddy Wiriyanto mengklaim, permasalahan pencemaran lingkungan yang di timbulkan industri di Cilegon termasuk kategori pencemaran kecil, sehingga mudah untuk ditangani.

    “Permasalah lingkungan di Cilegon ini sangat kecil, yang di Tangerang itu kita dua sampai tiga kali dalam seminggu (pengawasannya,red),” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (7/9/2020).

    Eddy mengakui, sudah ratusan bahkan ribuan menerima laporan pencemaran lingkungan di seluruh wilayah yang tersebar di Banten. Namun, dalam laporan tersebut ada batas-batas wilayah yang menjadi kewenangan masing-masing pemerintah.

    “Walah kalau pengaduan itu tidak terhitung lah, yang kita mampu kita akan laksanakan, tapi ingat pengaduan itu kan bisa kewenangan provinsi, pusat, dan kabupaten/kota,” terangnya.

    Perusahaan yang sudah diberikan sanksi, sambung dia, terjadi pada perusahaan di wilayah Tangerang yang dikenakan denda sebesar Rp 33 miliar,

    “Perusahaan itu membuang limbah, terus masyarakat melapor, nah kita hitung bersama dengan tim KLHK, kerugiannya itu Rp 33 miliar,” ungkapnya.

    Eddy mengungkapan, masyarakat pun turut memiliki tanggungjawab pengawasan untuk bagaimana mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan yang dilakukan Industri.

    Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba melaporkan jika ada perusahaan yang melanggar peraturan termasuk mencemari lingkungan.

    “Jadi siapa pun yang merasa ada kerusakan lingkungan di daerahnya silahkan mengadukan kepada kami nanti kami akan tindaklanjuti ke lapangan,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -