More

    Duh! KDRT di Banten Sudah Mencapai 81 Kasus

    Must Read

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga pertengahan 2020 di Banten mencapai 81 kasus.

    Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan, kasus kekerasan itu, menimpa anak dan perempuan yang disebabkan aspek kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),

    “Laporan yang kami terima pada 2020 ada sekitar 81 kasus, 2019 ada 257, dan tahun 2018 ada 271 kasus,” ucap Nina kepada awak media saat ditemui di ruangannya DP3AKKB, Curug, Kota Serang, Selasa (8/9/2020).

    Menurut dia, dari 81 kasus laporan yang diperoleh terdapat tiga daerah paling mendominasi yakni daerah Kota Cilegon, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

    “Kota Cilegon ada 21 kasus, Kabupaten Tangerang 21, Kota Tangsel 21, Kota Tangerang 21 kasus,” terangnya.

    Sementara, kata dia, kasus kekerasan di lima daerah Kabupaten/Kota lainya mulai menurun. “Kota Tangerang ada 4, Lebak ada 3, Kabupaten Serang ada 1, Kota Serang ada 8, Pandeglang masih belum lapor,” katanya.

    Nina mengungkapkan, terdapat 15 poin perlindungan perempuan dan anak yang menjadi fokus perhatian pemerintah, pertama ada anak dalam situasi darurat, anak berhadapan dengan hukum, anak kelompok minoritas terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi, anak korban Narkotika, anak korban pornografi, anak korban HIV/AIDS , anak penjualan, anak korban kejahatan seksual, anak korban kekerasan terorisme, anak disabilitas dan anak yang mendapat perlakukan menyimpang.

    “Jadi, banyak jenis perlindungan anak, makanya itu menjadi fokus kita, nah kita juga berkolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha,” ungkapnya.

    Nina pun berharap, semua masyarakat dapat mewaspadai kekerasan perempuan dan anak sehingga tidak harus berpedoman pada data, baik data turun atau naik semuanya harus sadar terhadap pentingnya perlindungan anak.

    “Kita menggembor-gemborkan perlindungan anak biar anak sebagai regenerasi bangsa merasa aman dan terlindungi,” ujarnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -