More

    Idap Tumor Ganas, Pria Asal Kasemen Butuh Bantuan

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Mansur Setiawan (29), pria asal Kampung Sukadana, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang sudah tujuh bulan mengidap penyakit tumor ganas. Penyakitnya itu semakin parah sejak pihak keluarga tidak sanggup untuk membiayai pengobatannya.

    Kini Mansur hanya bisa terbaring di kasur dan tak dapat melakukan kegiatan apapun seperti biasanya. Mansur yang mempunyai seorang istri bernama Irma Pratiwi, dan seorang anak yang masih berumur satu tahun, masih menunggu perhatian dari pemerintah setempat.

    Irma Pratiwi, istri Mansur menceritakan, pada awal Maret 2020 lalu, Mansur mengeluh mengalami rasa sakit di bagian anusnya. Hingga akhirnya Irma membawa sang suami ke bidan terdekat untuk menanyakan perihal rasa sakit yang dialami suaminya itu.

    “Saat di periksa sama bidan, dia bilangnya ini mah ambeien,” ujarnya kepada awak media, Selasa (8/9/2020).

    Setelah itu, Mansur masih merasakan rasa sakit. Akhirnya pihak keluarga membawa Mansur ke RSUD Banten untuk mendapatkan bantuan medis. Namun, menurut dokter yang menanganinya, benjolan yang terdapat di sekitar anus nya tersebut merupakan tumor ganas.

    Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk melakukan operasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak di inginkan. Dengan bermodalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Mansur akhirnya dapat di operasi.

    Namun, setelah di operasi Mansur kembali mengeluh, saat itu ia mengeluh merasakan sesak di dada, dan akhirnya pihak keluarga kembali membawa Mansur ke RSUD Banten.

    “Saat di periksa lagi, ternyata tumor itu sudah menjalar ke bagian paru-paru, dan disitu nggak ada alatnya, jadi mereka menyarankan untuk dirujuk ke RSCM, Jakarta,” katanya.

    Meskipun direkomendasikan dirujuk, namun pihak keluarga hingga saat ini tidak membawa Mansur ke RSCM, lantaran keadaan ekonomi yang kurang mampu, menjadi hambatan mereka.

    “Saya tidak punya biaya buat kebutuhan di sana nya mas. Bingung, jadi ya kita rawat di rumah aja dengan seadanya,” jelas Irma.

    Irma mengaku, hingga saat ini pihak kelurahan maupun dinas terkait hingga saat ini belum memberikan bantuan apapun. Terlebih, ditengah pandemi Covid-19 ini, menjadikan ekonomi keluarganya semakin terpuruk.

    “Harapannya ingin dibantu buat kesembuhan suami saya,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -