More

    Mulai Besok, Kota Serang Resmi Terapkan PSBB

    Must Read

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akhirnya menetapkan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dari tanggal 10 hingga 24 September 2020. Hal itu sebagai tindak lanjut dari instruksi Gubernur Banten untuk semua wilayah yang ada di Provinsi Banten menerapkan PSBB.

    Walikota Serang, Syafrudin mengatakan sudah mempertimbangkan keputusan untuk Kota Serang menerapkan PSBB atas dasar kesepakatan bersama seluruh jajaran OPD Se-Kota Serang, maupun TNI/Polri.

    “Kami pada hari ini bersama Forum Pimpinan Daerah dan kepala OPD Se-Kota Serang membahas pemberlakukan PSBB di Kota Serang dan semua sudah sepakat bahwa pemberlakukan PSBB di Kota Serang ini pada tanggal 10 sampai tanggal 24 September. Jadi 14 hari,” ujarnya usai rapat terkait pembahasan PSBB di Gedung Pemkot Serang, Rabu (9/9/2020).

    Syafrudin mengatakan, hari ini pihaknya akan segera membuatkan Keputusan Walikota (Kepwal), untuk menjelaskan teknis-teknisnya.

    “Nanti hari ini kita buat Kepwalnya, apa yang menjadi Instruksi dari pemerintah, kemudian apa yang menjadi kewajiban masyarakat dan kewajiban kita PNS, TNI, Polri di wilayah Kota Serang,” katanya.

    Selain itu ia menjelaskan, akan ada beberapa titik yang nantinya ditempatkan sebagai cek poin, seperti di setiap titik keluar masuknya Kota Serang.

    “Cek poin ini kita harus ada, karena ini PSBB. Jadi maksudnya cek poin yang pertama adalah mengecek suhu badan yang dari luar yang masuk ke Kota Serang. Bila ada yang suhunya lebih dari 37 derajat, maka ini akan diputar balikan, tidak boleh masuk ke Kota Serang,” tegasnya.

    Untuk pengendara motor maupun mobil, lanjut Syafrudin, harus mematuhi protokol kesehatan. Namun apabila tidak patuh, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Kedua bila ada pengendara dan isinya tidak mengenakan masker ini akan kita denda sesuai dengan sanksi yang dituangkan dalam Perwal Nomor 30 Tahun 2020, ada sanksi sosial, ada sanksi teguran dan ada juga sanksi denda 100 ribu,” terangnya.

    Selain melakukan cek poin, Pemerintah juga akan membatasi jam operasional kegiatan usaha. Sejumlah petugas dari TNI, Polri serta Satpol PP akan diterjukan dalam mengawasi aktivitas masyarakat di tengah PSBB.

    “Umpamanya di Mal ini waktunya mungkin akan kita atur, biasanya dari jam 7 sampai jam 10, sekarang umpamanya dari jam 8 sampai jam 6. Kemudian masyarakat tidak berkerumun, dan selalu pakai masker. Itu petugas dari kita, dari Pol PP dari TNI-Polri dari Dishub kita sudah siapkan,” tuturnya.

    Sementara, Kapolres Serang Kota, AKBP, Yunus Hadit Pranoto mengatakan pihaknya akan membantu semaksimal mungkin agar masyarakat dapat mematuhi kebijakan pemerintah pada masa PSBB.

    “Nanti kita akan persiapkan semaksimal mungkin, karena hari ini baru rapat, setelah ini kita akan susun untuk penempatan personil di masing-masing titik cek poin, tadi sudah disampaikan ada 8 titik cek poin nanti kita akan tempatkan bersama dengan unsur-unsur dari TNI/Polri untuk menjaga dan mengontrol pergerakan masyarakat,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -