More

    Enggan Disebut Tertinggal, Ini Capaian Pembangunan Banten Klaim WH

    Must Read

    Tiga Ormas di Banten Gelar Deklarasi Tolak Habib Rizieq Shihab ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tiga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terdiri dari Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), Jalak Banten, dan Barisan Ansor (Banser)...

    Imbas Corona, Perusahaan Kecil di Banten Capai Satu Juta

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah Industri besar dan sedang di Banten pada tahun 2020...

    Budi Rustandi Dorong Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Lahan di Kasemen

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi dipastikan akan mendorong Pemkot Serang untuk mengambil pengelolaan lahan pertanian produktif...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH mengklaim, telah banyak capaian pembangunan yang diraih Provinsi Banten sejak dirinya terpilih menjadi Gubernur Banten pada tahun 2017 yang lalu. Sehingga, ia enggan disebut Banten sebagai daerah yang tertinggal.

    “Saya tidak mau ada pihak lain yang mengatakan Banten ketinggalan atau kehilangan momentum sebagai daerah yang dekat Jakarta. Apa yang saya janjikan saat kampanye, sebagian besar sudah saya lakukan, walaupun belum memuaskan masyarakat,” kata WH saat memberikan keterangan tertulis kepada awak media pada Sabtu (12/09/2020).

    WH menjelaskan, Provinsi Banten telah mendapatkan Penghargaan Pencegahan Korupsi dari KPK RI. Penghargaan sebagai bagian dari reformasi birokrasi Pemprov Banten dengan semangat antikorupsi dan nepotisme. Terlebih, kata WH, Pemprov Banten juga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI empat kali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berturut-turut sejak 2016 hingga 2019.

    Di bidang pendidikan, ujar WH, Pemprov Banten telah merealisasikan pendidikan gratis untuk tingkat SMA, SMK, dan SKh Negeri. Demikian pula dengan tunjangan guru honorer dan gaji juga ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

    “Yang tadinya Rp 200 ribu menjadi Rp 3 juta dan bahkan Rp 5 juta per bulannya,” ungkapnya.

    Sedangkan di bidang kesehatan, kata dia, Pemprov Banten terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, kualitas, dan aksesibilitas layanan kesehatan mulai dari pembangunan rumah sakit, laboratorium kesehatan, hingga bantuan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan.

    “Kita akan membangun fasilitas itu di berbagai tempat yang masyarakat belum mendapat aksesibilitas,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190 miliar dengan target Rp220 miliar....

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...
    - Advertisement -
    - Advertisement -