More

    Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Syafrudin Klaim Pelanggaran di Masyarakat Rendah

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Serang semakin meningkat. Bahkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang dalam perharinya bisa mencapai tiga orang.

    Terakhir, tercatat tiga warga Kota Serang yang terdiri dari dua Ibu Rumah Tangga (IRT) dan satu Aparatur Sipil Negara (ASN) positif Covid-19. Atas dasar itu Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati demikian, penerapan PSBB di Kota Serang masih belum menunjukkan adanya penurunan angka penyebaran Covid-19.

    Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan bahwa kesadaran masyarakat mulai tinggi dengan adanya pelaksanaan PSBB di Kota Serang.

    “Alhamdulillah dari cek poin yang kami lakukan di dua titik ini tidak ditemukan banyak pelanggaran. Hanya ada satu, dua orang yang tidak memakai masker,” katanya seusai cek point di terminal tipe A Pakupatan, Senin, (14/9/2020).

    Namun menurutnya hanya sebagian kecil masyarakat yang tidak menggunakan masker. Bahkan, dirinya mengklaim pelanggaran di Kota Serang hanya di angka satu persen saja.

    “Jadi hanya sebagian kecil yang tidak memakai masker, pelanggarannya sudah rendah sekali hanya satu persen saja. Pelanggaran lainnya pun tidak ada, nampaknya masyarakat sudah mulai sadar,” katanya.

    Ia juga menjelaskan, apabila ada warga baik warga Kota Serang yang baru datang dari luar kota mau pun pendatang yang masuk ke Kota Serang harus dilakukan pengecekan suhu tubuh dan kesehatan.

    “Harus memperketat protokol kesehatan, dan apabila ditemukan suhu tubuhnya tinggi kami kembalikan ke tempat asalnya,” tuturnya.

    “Tapi setidaknya dengan PSBB dan cek poin ini dapat mengantisipasi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Serang. Bahkan kesiapan cek poin ini sudah sangat siap, baik dari pemkot, TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub,” lanjutnya.

    Ia menjelaskan, Kota Serang baru pertama kali melakukan PSBB dan hal ini merupakan memperketat protokol kesehatan.

    “Sebetulnya kami belum melakukan PSBB, hanya sekarang baru dilakukan. Jadi kami memperketat protokol kesehatan, cek poin ini juga dilakukan selama 24 jam dalam sehari,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -