More

    Mengkhawatirkan, Positif Covid-19 di Banten Tembus 137 Kasus Dalam Sehari

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO– Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat kenaikan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 tembus 137 kasus pada Selasa (15/9/2020) kemarin. Dengan adanya kenaikan signifikan itu, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 3.633 kasus dari hari sebelumnya sebanyak 3.496 kasus.

    Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penambahan kasus dalam kurun waktu satu hari 137 orang itu menjadi yang tertinggi selama pandemi Covid-19.

    “Selama dalam sejarah Covid-19 di Banten, baru Hari ini, per tanggal 15 September 2020 kasus Covid-19 perhari lebih dari 100 kasus, dari seluruh wilayah 8 kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” ujar Ati kepada awak media.

    Ati menjelaskan, Peningkatan kasus yang signifikan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, pertama semakin masifnya tes Swab PCR yang dilakukan oleh Dinkes kabupaten/kota dan provinsi, melalui kegiatan tracing screening.

    Selanjutnya, ujar Ati, mobilitas masyarakat semakin tinggi dan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap sense of crisis pandemic Covid-19 dalam penerapan protokol kesehatan.

    “Itu belum optimalnya penerapan protokol kesehatan di semua sektor,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, Ati meminta dukungan semua elemen untuk dapat mengimplementasikan pergub Nomor 45 Tahun 2020 Perubahan Atas Pergub Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Penegakan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan dalam penanganan Covid-19 di wilayah Banten.

    “Dukungan dari semua elemen untuk melakukan edukasi dalam membangkitkan sense of crisis pandemi Covid-19 di masyarakat,” tegasnya.

    Ati juga mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 serta yang sedang menjalani isolasi mandiri dapat mematuhi peraturan pemerintah.

    “Nah bagi yang positif Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan yang memilih isolasi mandiri untuk disiplin menerapkan tata cara isolasi mandiri yang benar agar tidak menjadi pemicu bertambahnya klaster keluarga,” terangnya.

    Ke depan, ia berharap seluruh elemen dapat menyatukan persepsi untuk memerangi dan melawan Covid-19. “Bersama satukan visi dan misi serta bergandeng tangan tanpa harus menyalahkan yang lain mari satukan tujuan untuk menyelamatkan rakyat banten,” ujarnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -