More

    Imbas Covid-19, Pendapatan Pajak Hiburan di Kabupaten Serang Merosot

    Must Read

    Kades Sukarame Tanggapi Kritikan Warga yang Tanam Pohon Pisang dan Kuburan di Jalan Rusak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca di kritik oleh puluhan warga Kampung Ciakar, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang terkait jalan rusak...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang memastikan hasil penerimaan pajak daerah dari sektor hiburan tahun ini mengalami penurunan. Alasannya, karena diterjang pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

    Kabid Penetapan dan Penagihan Bapenda Kabupaten Serang Warnerry Poetri mengungkapkan, pencapaian target pajak hiburan tahun ini dengan tahun 2019 lebih rendah, karena melihat dampak Covid-19 yang terjadi semenjak awal tahun 2020 pemerintah daerah langsung mengambil kebijakan untuk merecofusing target pajak menyesuaikan dengan keadaan Covid-19.

    “Tahun 2019 target pajak hiburan Rp 1 miliar, tahun ini Rp 600 juta, Realisasi triwulan ke III baru 71 persen atau sebesar Rp 430 juta,” kata Warnerry Poetri kepada awak media saat dikonfirmasi lewat Sambungan WhatsApp, pada Kamis (17/9/2020).

    Menurut dia, Total hiburan yang ada sekitar 26 wajib pajak terdiri dari empat kategori, namun baru yang tersisir diantaranya yakni tempat Karoke, tempat permainan Ketangkasan, tempat mandi uap, SPA, aroma, serta terapi dan terakhir tempat taman rekreasi Bukit Waru Wangi.

    “Penyumbang terbesar dari pajak hiburan ada Bukit Waru Wangi Rp 19 juta pada bulan Juli dan Rpb17 juta bulan Agustus, kedua itu tempat kolam renang Giat tirta, itu kategori taman rekreasi, sebulan bisa dapat Rp14 jutaan lebih kang,” ungkapnya.

    Sejauh ini, ujar dia, tempat hiburan banyak yang tutup karena imbas Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga tidak dikenakan wajib pajak.

    “Kalau yang tutup ya nggak ada pajaknya karena mereka tidak ada pendapatan, tapi kami kejar dari tunggakan-tunggakan bulan sebelumnya yang belum dibayarkan pajaknya,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -