More

    Dewan Banten Minta Pemkot Serang Serius Terapkan PSBB

    Must Read

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Serang terkesan masih belum optimal karena beberapa pos penjagaan alias cek poin seringkali lengah dari pengawasan.

    Kota Serang sendiri sudah menetapkan delapan titik cek poin yakni di Gerbang Tol Serang Timur, Samping Perumahan Serang City, Kecamatan Taktakan, Kecamatan Curug, Palima, Kalodran, Jalan raya Sawah Luhur, dan Terminal Pakupatan.

    Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim meminta, Pemkot Serang untuk lebih serius dalam menerapkan PSBB termasuk memperkuat pengawasan di seluruh titik cek poin dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Ibu Kota Provinsi.

    “Harusnya lebih diperkuat, karena cek poin ini menjadi salah satu proses untuk mengawali (penyebaran covid-19,red) dari wilayah-wilayah lain karena adanya peningkatan Covid-19,” kata Fahmi kepada awak media saat ditemui di Gedung DPRD Banten, Curug, KP3B, Kota Serang, Kamis (17/9/2020).

    Fahmi menegaskan, penjagaan di perbatasan Kota Serang sebagai garda terdepan keluar masuk trasnportasi umum dari luar daerah harus diperketat. Jika tidak, upaya untuk mengantisipasi Covid-19 akan sia-sia.

    “Pintu gerbang Ibu Kota Provinsi Banten ini tentu harus diperkuat,” ujarnya.

    Politisi Golkar itu kembali menegaskan, penerapan PSBB di Kota Serang harus dikonsolidasikan kembali dengan pemerintah Provinsi Banten untuk menguatkan dan menyatukan persepsi dalam menghentikan laju penyebaran Covid-19.

    “Saya kira aparatur Pemprov Banten harus bersama-sama konsolidasi dengan Kota Serang agar upaya-upaya ini bisa selaras dan juga terukur dalam rangka penguatan pencegahan Covid-19,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -